Ribuan pelanggan PDAM Gombong terancam krisis air

Ditulis 10 Sep 2009 - 19:50 oleh Banyumas1

KEBUMEN – Sedikitnya 4.400 pelanggan air melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Kecamatan Gombong dan sekitarnya terancam kesulitan air bersih. Pasokan air pada sumber air Banyumudal di Kecamatan Buayan semakin menyusut. Menurunnya debit air ini dikarenakan aktivitas penambangan kapur oleh warga disekitar sumber mata air.

Waduk Sempor yang menjadi alternatif cadangan pasokan air PDAM Gombong (foto:tgr/BNC)

Waduk Sempor yang menjadi alternatif cadangan pasokan air PDAM Gombong (foto:tgr/BNC)

Debit air normal untuk memenuhi ribuan pelanggan tersebut sebesar 20 – 25 meter kubik. Namun pada musim kemarau ini seiring dengan gencarnya aksi penambangan kapur, debit air menyusut menjadi 15 meter kubik. Praktis pelanggan yang tersebar di 12 desa pada empat kecamatan masing-masing Gombong, Buayan, Sempor dan sebagian Kecamatan Karanganyar, harus diliri untuk mendapat air bersih.

Kepala PDAM Cabang Gombong, Sadjiman mengatakan, jika aktivitas penambangan kapur tidak segera dihentikan, maka dipastikan sumber air Banyumudal akan mengering pada suatu waktu tertentu. “Kami telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan aktivitas penambangan kapur di Kecamatan Buayan. Namun, hingga saat ini masih tetap saja ada penggalian liar,” kata Sadjiman, Kamis (10/9).

Dikatakan Sadjiman, alternatif yang ditempuh jika pasokan air dari Banyumudal habis, maka pihaknya akan memanfaatkan air waduk Sempor untuk memenuhi kebutuhan air bersih. ”Ibaratnya, air pada waduk Sempor sebagai cadangan untuk suplai kebutuhan air bersih yang dilayani PDAM Gombong,” kata Sadjiman. (banyumasnews.com/tgr)

ket foto : Waduk Sempor yang menjadi alternatif cadangan pasokan air PDAM Gombong.

Tentang Penulis

Leave A Response