“Hanya orang kaya yang kuliah di Unsoed”

PURWOKERTO – Pukul 10.00 WIB  Kamis (10/9) BEM Fisip Unsoed Purwokerto bertempat di Aula Fisip menyelenggarakan diskusi publik dengan pembicara Rektor tepilih Unsoed Edy Yuwono, P.Hd dan mantan presiden BEM Fisip Unsoed, Khoirurizqo. Diskusi publik yang dihadiri sekitar 40 orang tersebut mengangkat tema “Unsoed Kampus Desa Harga Kota”.

Menurut Syahid Muttahari, Departemen Advokasi dan Sosial Politik BEM Fisip Unsoed pemilihan tema tersebut didasari fakta bahwa Uunsoed adalah kampus mahal. “Meskipun Unsoed ada di desa, tapi untuk masuk kesini semua mahasiswa harus membayar dengan harga kota, hanya orang kaya yang bisa masuk Unsoed, bagaimana tidak jika dalam pembayaran sumbangan bernama BOPP seorang mahasiswa dipatok dengan bayaran berkisar Rp.2,5 juta hingga Rp.180 juta.Anak Indonesia akan tetap bodoh kalau seperti ini” , ungkap Syahid.

Kedua pembicara baik Edy Yuwono mapun Khoirurizqo mengungkapkan ketidaksepakatannya terhadap biaya pendidikan di Unsoed yang makin mahal. Mereka berdua menginginkan Unsoed untuk tetap menjadi kampus rakyat, dimana semua orang dan lapisan masyarakat dapat menikmati bangku pendidikan tinggi (banyumasnews.com/cit)


2 Comments

  1. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang aplikatif dengan pendidikan yang di ajarkan di kampus tentu akan meningkatkan biaya dan purwokerto saya pikir biaya hidup di sana itu paling murah di bandingkan dengan kota2 lain dan biaya pendidikan juga menyesuaikan dengan inflasi sehingga unsoed adalah tempat kuliah yang paling premium di indonesia

  2. Semua universitas berlomba-lomba menjadi Wolrd Class University.Dari UNdip,UNS semua berlomba meningkatkan kualitas.ya pasti korelasinya biaya SPP meningkat.Apakah dr civitas Unsoed tdk punya keinginan utk meningkatkan kualitas,shg lebih dipandang di dunia pendidikan Indonesia?lihat tuh kemajuan UNS yg begitu pesat yg sekarang bersaing dgn UNDIP dlm ranking University di dunia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.