29,8 persen penduduk Purbalingga miskin

PURBALINGGA – Meski Kabupaten Purbalingga telah mampu menurunkan angka kemiskinan dari rentang waktu tahun 2005 hingga 2008 sebesar 17,2 persen, namun jumlah penduduk miskin berdasar hasil Program Pendataan Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2008 yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) masih mencapai 68.313  rumah tangga miskin (RTS) atau setara dengan 29.8 persen.

”Sebaran jumlah RTS hampir merata di 18 kecamatan di Purbalingga. Namun, jumlah terbanyak berada di wilayah Pengadegan dan Kaligondang,” kata Kepala Bappeda Purbalingga Ir Setiyadi, M.Si pada semiloka Pemberdayaan Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MD) di ruang pertemuan Taman wisata pendidikan Purbasari Pancuranmas, Kamis (10/9).

Diungkapkan Setiyadi, kemiskinan menimbulkan persoalan multi kompleks, baik aspek ekonomi, sosial budaya, maupun aspek politik. ”Implikasi kemiskinan ini sangat jelas terlihat pada rendahnya kualitas dan produktivitas sumberdaya manusia, rendahnya partisipasi masyarakat, menurunnya ketertiban umum, menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi, dan merosotnya mutu generasi,” kata Setiyadi.

Sementara wakil bupati Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si meminta kepada para camat untuk  dapat mengetahui dimana saja sebaran warganya yang dikategorikan sebagai rumah tangga miskin. Dengan cara ini, kebijakan pemberdayaan masyarakat miskin akan terpantau, dan pada akhirnya jumlah penduduk miskin akan dapat ditekan.

Wabup Heru juga menekankan bahwa Pemkab Purbalingga sangat concern dalam menangani masalah kemiskinan. Hal ini dibuktikan dengan besarnya program PNPM mandiri yang mencapai Rp 52,7 milyar. ”Dana sebanyak ini untuk pemberdayaan masyarakat miskin melalui program PNPM mandiri pedesaan, perkotaan, dan Pamsimas (penyediaan air minum berbasis masyarakat),” kata wabup. (Banyumasnews.com/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.