Waspada, 518 Suspect DBD Menyerang Banjarnegara

Ditulis 10 Sep 2009 - 16:57 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Dari 518 suspect DBD, RSUD Banjarnegara mencatat 166 pasien positif terjangkit Demam Berdarah. Sedangkan dalam jumlah yang lebih kecil, sebanyak 59 pasien dimungkinkan terjangkit, karena hasil pemeriksaan menunjukkan jumlah trombosit mereka turun.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinkes Banjarnegara dr. M. Yusrie Husein saat mengikuti Rapat Penanggulangan Demam Berdarah di Ruang Rapat Sekda, kemarin.

Tim dari Dinkes Provinsi yang juga hadir melaporkan hasil temuannya di lapangan bahwa dari 5 rumah yang dikunjungi, 4 diantaranya ditemukan jentik nyamuk Aedes Aegypti penyebab DB yang terdapat di aquarium, bak mandi, pot tanaman, dan penampung air yang ada di belakang kulkas.

Melihat kasus ini, Sekda Banjarnegara, Syamsudin S.Pd.M.Pd langsung menginstruksikan agar Dinkes segera mengambil langkah antisipatif supaya penyebaran virus ini tidak semakin berkembang. Diharapkan hari Jumat besok tim dari Dinkes bersama Juru Pemantau Jentik (jumantik) melakukan Gerakan Berantas Kembali (Gebrak) DBD untuk menyisir rumah-rumah penduduk di Desa Krandegan, Kutabanjar, Semarang, Parakancanggah, dan Sokanandi yang menjadi target utama jumantik dalam memantau virus ini.

”Sambil woro-woro, tim Gebrak DBD harus mau turun ke rumah-rumah dan memeriksa tempat-tempat yang potensial bagi perkembangan jentik. Secara langsung tim tersebut mengkamanyekan 3M Plus yakni mengubur, menutup dan membersihkan tempat-tempat yang menjadi genangan air secara massal serta ikanisasi di bak-bak penampungan air baik diluar ruangan maupun di dalam rumah sehingga diharapkan tidak ada kesempatan bagi nyamuk untuk bertelur,” pintanya tegas.

Terpisah, Efi Muhammad dari Dinkes Provinsi menyarankan agar pencegahan di sekolah juga hendaknya semakin dimaksimalkan. Hal itu dikarenakan paling sering anak-anak terinfeksi saat berada di sekolah antara pukul 07.00 – 10.00 WIB, sedangkan di rumah antara pukul 15.00 – 17.00 WIB. ”Caranya dengan melakukan gerakan mengosongkan bak mandi dan wc setelah para siswa pulang. Semua sekolah yang ada di wilayah Kota Banjarnegara hendaknya tidak lagi menggunakan bak air di kamar mandi dan memaksimalkan penggunaan kran atau selang air saja untuk kebutuhan kamar mandi,” jelasnya( banyumasnews.com/yov)

Tentang Penulis

Leave A Response