Ditengarai minyak tanah diselundupkan antar kabupaten

Ditulis 10 Sep 2009 - 07:21 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Program konversi minyak tanah ke LPG berdampak semakin minimnya jatah minyak tanah yang beredar di pasaran umum. Jatah minyak tanah di tiap kabupaten bahkan ditengarai  telah diselundupkan oleh pedagang antar kabupaten itu. Pemkab Banjarnegara menduga, minyak tanah yang merupakan jatah agen Banjarnegara telah dibawa ke sejumlah kabupaten tetangga.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Pemkab Banjarnegara, ditemukan sejumlah pengecer dari lain daerah yang membeli mitan ke wilayah Banjarnegara. ”Wilayah Banjarnegara berbatasan langsung dengan Purbalingga, Banyumas dan Wonosobo. Ketiga kabupaten ini telah melaksanakan program konversi dan secara bertahap sudah ada penarikan mitan bersubsidi. Dugaan kita ada kebocoran mitan di wilayah yang berbatasan dengan kabupaten tersebut,” ungkap Kasubag Perdagangan Indagkop dan UMKM pada Bagian Perekonomian Setda Banjarnegara, Riatmojo Ponco, Kamis (10/9).

Dikatakan Riatmojo, berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh pihaknya bocornya minyak tanah terutama di wilayah perbatasan. Ditemukan sejumlah pengecer dari lain daerah yang membeli mitan ke wilayah Banjarnegara. ”Misalnya, dari Bukateja membeli di pasar Purwareja Klampok, atau dari Somagede (Banyumas) di Susukan. Namun untuk melakukan pemantauan berkala sulit dilakukan. Sebab interaksi masyarakat antar kabupaten ini sudah menjadi keseharian di pasar-pasar di daerah perbatasan. Upaya kita, akan menjalin pertemuan dengan pihak-pihak terkait agar stok mitan di Banjarnegara jangan dikurangi sebelum program konversi berjalan optimal,” jelasnya.

Riatmojo mengakui, dengan masih berjalan proses konversi minyak tanah ke LPG saat ini kuota minyak tanah Banjarnegara mulai dikurangi 4 ribu liter. Semula sebanyak 59 ribu liter kini menjadi 54 ribu liter. Meskinya pengurangan kuota tersebut masih stabil. Namun pada kenyataanya harga mitan terus naik. Karena itu, disinyalir ada kebocoran ke daerah lain. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response