Jelang lebaran,perhiasan imitasi laris manis

Ditulis 09 Sep 2009 - 19:19 oleh Banyumas1

Laris manisnya perhiasan imitasi di sejumlah toko d Purwokerto (foto:cit/BNC)

Laris manisnya perhiasan imitasi di sejumlah toko di Purwokerto (foto:cit/BNC)

PURWOKERTO – Tidak ada rotan akar pun jadi. Mungkin itulah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan maraknya pembelian perhiasan imitasi oleh masyarakat. Menjelang lebaran banyak masyarakat yang lebih memilih membeli perhiasan imitasi berupa kalung, cincin, gelang dan anting ketimbang perhiasan emas asli. Selain karena harganya murah, dari segi modelnya pun tidak kalah menarik dengan yang asli.

Riki Suferi, salah satu pedagang perhiasan imitasi di pasar wage mengaku omzetnya naik menjelang lebaran. Bila pada hari biasa hanya laku sekitar 2 atau 3 box maka pada musim lebaran jumlah tersebut bisa bertambah menjadi 2 atau 3 kali lipat. Harga yang ditawarkan bervariasi berkisar dari Rp. 10.000 hingga Rp. 125.000/buah tergantung model dan banyaknya mata hiasan.

“Perhiasan ini dari India, namanya Kundanika Bombay. Disini memang belum terlalu laku tapi kalau diluar kota Purwokerto penjualannya bisa mencapai 10 Box/hari” tutur Riki. “Disetiap pembelian kami tawarkan garansi selama 8 bulan, kalau sudah bosan bisa saja ditukar asal masih dalam masa garansi” tambahnya.

Asih, salah satu pembeli asal Pancurawis mengaku tertarik dengan perhiasan tersebut karena modelnya bagus-bagus dan murah. “Saya beli ini karena memang barangnya bagus dan murah, lagi pula juga aman dari pencopetan” ungkap Asih. Adapun jenis perhiasan yang banyak diminati adalah gelang dan cincin (banyumasnews.com/cit)perhiasan imitasi.

Tentang Penulis

Leave A Response