Bupati Usahakan Kenaikan P4K Untuk Kesejahteraan Petani

Bupati JasriBANJARNEGARA – Untuk ketujuh kalinya Konferensi Tingkat Kecamatan Se-Kabupaten Banjarnegara dilaksanakan. Kegiatan yang dimoderatori oleh Bagian Pemerintahan Desa Setda Banjarnegara ini, kemarin dipusatkan di Kecamatan Madukara. Acara ini dihadiri oleh 20 Kepala Desa/Lurah beserta jajaran dan instansi pemerintah yang ada di kecamatan tersebut.

Salah satu isu pokok yang mengemuka adalah permintaan Kecamatan Madukara agar P4K (Program Peningkatan Pendapatan Petani Kecil) bisa dilanjutkan dan dinaikkan nominalnya.

Budi Hartono salah satu Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang hadir mengemukakan bahwa P4K yang sasarannya ditujukan untuk istri-istri petani agar bisa membantu pendapatan keluarga telah berjalan cukup efektif. Bantuan yang bersifat pinjaman lunak ini bisa dijadikan alternatif modal bagi istri petani untuk membuka usaha. Namun nominal yang berjumlah 40 juta belum representatif untuk memenuhi kebutuhan 20 desa/kelurahan. “Kami berharap tahun ini jumlahnya bisa ditingkatkan, sehingga bisa mengakomodir keluhan petani yang tingkat pendapatannya rendah, “ ungkap Budi.

Lain halnya dengan Purwono, Kepala Desa Madukara yang berharap pemerintah bisa menyediakan 1 unit mobil untuk mengangkut sampah di pasar yang sampai saat ini masih belum tertib waktu pembuangannya. “Dengan mobil tersebut diharapkan sampah bisa diangkut ke TPA secara rutin paling lama seminggu sekali. Dengan demikian pasar menjadi tidak kumuh lagi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa warga desa Madukara ingin mengelola sendiri tanah bantuan untuk pasar yang diperoleh dari Dana Alokasi Khusus (DAK) supaya pemanfaatannya bisa lebih maksimal.

Menanggapi masukan-masukan yang mengemuka, Bupati Djasri berjanji akan mengambil langkah taktis dan strategis demi terealisasinya aspirasi rakyat. Untuk P4K, ke depan pemerintah akan meninjau ulang dan mengusahakan nominal yang lebih besar agar program tersebut bisa lebih berhasil guna bagi kesejahteraan petani. Sedangkan masalah pasar, Kades Madukara diminta berkonsultasi dan menghadap langsung dengan pihak yang menangani masalah tersebut, yaitu Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Kabupaten Banjarnegara (banyumasnews.com/yov).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.