Tuntut sekolah gratis dan kritisi DPRD, mahasiswa demo

KEBUMEN – Kampanye sekolah gratis yang digencarkan pemerintah menjelang pilpres lalu terus digugat oleh elemen mahasiswa. Sekitar 300 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kebumen yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera), Selasa (8/9) mendatangi gedung DPRD setempat. Massa menuntut agar DPRD memperjuangkan realisasi sekolah gratis.

Aksi diawali dengan longmarch dari kampus STAINU di Jalan Tentara Pelajar melewati Tugu Walet dan selanjutnya menuju gedung DPRD. Sepanjang jalan, massa itu meneriakkan lagu-lagu pergerakan mahasiswa.

Di halaman gedung DPRD, massa melakukan orasi dan menggelar berbagai macam poster. Sejumlah poster yang dipajang berisikan tentang tuntutan komersialisi pendidikan. Poster lain bertulisakan, gedung sekolah milikku, DAK milik siapa? Stop pungutan dalam sekolah dan realisasikan pendidikan gratis.

Koordinator Aksi Miftakhudin mengatakan, ada empat tuntutan yang menjadi tugas para wakil rakyat di DPRD Kebumen. Tuntutan tersebut yakni meminta para wakil rakyat yang duduk di Dewan mengawasi pelaksanaan bantuan operasional sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan, kemudian perlunya peningkatan anggaran pendidikan, dewan harus  pro aktif dan konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat, dan tuntutan lainnya yakni agar para wakil rakyat konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakilinya.

Perwakilan massa diterima oleh Wakil Ketua Sementara DPRD Kabupaten Kebumen Agus Kurniawan, anggota Fraksi Golkar Halimah, Sekretaris Fraksi PAN Taufiq Hamzah, dan anggota Fraksi Gabungan PKB-Gerindra Sunarto di ruang Komisi A. (banyumasnews.com/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.