Beli minyak goreng-pun harus antre

Ditulis 08 Sep 2009 - 10:42 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Hidup ternyata semakin susah. Rakyat miskin yang harus terkena dampaknya. Setelah antrian minyak tanah,  kini giliran warga harus antri untuk mendapat minyak goreng (migor). Antrian hampir terjadi di agen-agen minyak goreng di Kecamatan Mandiraja dan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Selasa (8/9).

Muslimah,52, salah seorang warga Kalikidang, Kecamatan Purwareja Klampok mengungkapkan, untuk mendapat migor ia harus mengantri berebut dengan beberapa pembeli lainnya. Muslimah sengaja datang ke pasar Klampok karena akan membeli migor dalamjumlah besar untuk dijual kembali di warungnya. “Mau lebaran kok apa-apa menjadi susah didapat ya. Minyak goreng yang biasanya mudah didapat, sekarang kok susahnya bukan main,” kata Muslimah.

Salah seorang agen minyak goreng di pasar Purwareja Klampok, Handoyo mengatakan, sejak pertengahan Ramadan ini, permintaan minyak goreng dari masyarakat terus meningkat tajam. Pada hari biasa, permintaan migor rata-rata 5.000 kg per minggu. Namun sejak masuk Ramadan, permintaannya selalu sekitar 6.000 kg per minggu. Bahkan menjelang lebaran ini, peningkatan  lebih tinggi lagi, yakni menjadi 9.500 kg per minggu. Sementara harga per kilonya mencapai Rp 7.400,-.”Melonjaknya permintaan ini karena masyarakat sudah mulai membuat jajanan makanan untuk persiapan lebaran,” kata Handoyo. (banyumasnews.com/tgr)

Warga Purbalingga antre minyak (foto;tgr/BNC)

Warga Purbalingga antre minyak (foto;tgr/BNC)


Tentang Penulis

Leave A Response