Usai dilantik, anggota dewan dipaksa teken kontrak politik

PEMALANG – Usai dilantik dan diambil sumpahnya sebagai anggota DPRD Kabupaten Pemalang periode 2009 – 2014, para anggota dewan dipaksa untuk menandatangani kontrak politik. Permintaan itu dilakukan oleh massa yang melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD setempat, senin (7/9).

Kontrak politik yang disodorkan terdiri dari tujuh anji, antara lain bersedia hidup tidak menyalahgunakan fasilitas negara dan rakyat untuk kepentingan pribadi, memiliki tenggang rasa dan akan membela rakyat. Selain itu anggota dewan juga diminta tidak berkolusi dengan penguasa dan pengusaha, mengedepankan supremasi hukum dan HAM serta memperjuangkan visi dan misi pembangunan daerah.

Meski tidak semua anggota DPRD yang baru bersedia menandatangani kontrak politik, namun demikian tidak sedikit anggota DPRD periode sebelumnya yang kemudian terpilih kembali menandatangani kontrak politik. Mereka antara lain Budi Haryanto dari PDIP, Drs Martono dan lain-lain.

Sementara sebagian pengunjuk rasa berusaha meminta kontrak politik, sekitar 50 an pengunjuk rasa yang lain yang terdiri dari berbagai elemen seperti DEEP, PAHAM,FLP-PM,LPPM,LP2SDKI, AWAM dan Fron Pelajar Pemalang mengadakan aksi orasi di depan gedung DPRD. Sebelum pelantikan selesai mereka oleh petugas dilarang mendekati gedung DPRD dan terpaksa harus melakukan orasi dari jarak sekitar 100 meter dari gedung wakil rakyat.

Koordinator aksi, Andi Rustono mengatakan, saat ini menjadi wakil rakyat membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga dikhawatirkan ketika menjabat akan mencari pengembalian modal terlebih dahulu. Untuk itulah perlu diadakan kontrak politik, agar mereka selalu ingat tugasnya sebagai wakil rakyat. “Seperti halnya slogan pendidikan gratis yang ternyata sampai saat ini tidak dilaksanakan oleh pemerintah, padahal masyarakat sangat membutuhkannya,”katanya. (banyumasnews.com/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.