Setelah gempa bumi, Cilacap kini dilanda kekeringan

Ditulis 07 Sep 2009 - 17:51 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
92
Dalam Tag

sawah kering CILACAP – Kabupaten Cilacap menuai banyak bencana. Setelah gempa bumi, kini kekeringan mulai melanda wilayah tersebut. Sejumlah warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Akibatnya permintan bantuan air bersih dari desa-desa yang kekeringan belakangan kian meningkat.

PDAM Cilacap sejak akhir pekan lalu mengirimkan tangki air bersih ke desa-desa tersebut. Tercatat sudah 167 truk tangki yang dikirim ke 17 desa yang berada di tujuh kecamatan. Air yang dikirim untuk sementara dengan kapasitas tangki air 4.000 liter.

“Besar kemungkinannya permintaan air bersih dari masyarakat akan bertambah, mengingat musim kemarau yang belum berakhir. Untuk itu kita sudah menyiapkannya, baik personil, armada dan lainnya” ujar Pjs.Direktur Utama PDAM Cilacap, Djumadi Senin (07/08).
Menurut Djumadi, pengiriman bantuan air bersih itu dalam sehari berkisar 12 tangki, dan selanjutnya akan menyesuaikan situasi. Kemungkinan mendekati musim lebaran, permintaan akan meningkat. Dari 17 desa yang sudah meminta pengiriman air bersih itu, Kecamatan Kawunganten adalah wilayah terparah yang mengalami bencana kekeringan. Setidaknya sekarang ini sudah ada enam desa yang krisis air bersih, yakni Grugu, Bringkeng, Desa Ujungmanik, Kubangkangkung, Bojong dan Desa Babakan.

Menyusul Kecamatan Patimuan dengan lima desa yaitu Rawaapu, Sidamukti, Purwodadi, Desa Cimrutu dan Bulupayung. Berikutnya dua desa di Kecamatan Kedungreja yakni Kaliwungu dan Tambakreja serta desa Cinangsi Kecamatan Gandrungmangu. Di Kecamatan Bantarsari desa yang kekeringan adalah Binangun, dan Kecamatan Cimanggu ada Desa Bantarpanjang.. Tahun ini, wilayah Karangpucung juga meminta distribusi air bersih yaitu Desa Sidangbarang. Padahal tahun-tahun sebelumnya, wilayah ini jarang meminta bantuan air bersih (banyumasnews.com/tin).

Tentang Penulis

Leave A Response