Bupati Mardjoko santuni penderes gula kelapa

Ditulis 07 Sep 2009 - 15:59 oleh Banyumas1

CILONGOK – Bupati Banyumas Drs Mardjoko MM meresmikan pusat pengembangan gula kelapa dan Industri Kecil Menengah  (IKM) center Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Kabupaten Banyumas di jalan raya Pageraji Cilongok KM 1 pada Senin (07/09) siang.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan sertifikat tanah sebanyak 330 kepada UKM secara simbolik dan penyerahan santunan sebesar Rp 45 juta kepada 10 penderes gula kelapa yang mengalami musibah. Masing-masing mendapatkan santunan sebesar Rp 2,5 juta bagi cacat sedangkan Rp 5 juta bagi yang meninggal.

Dalam sambutannya bupati berusaha untuk terus melakukan kepedulian terhadap perbaikan nasib rakyat berpenghasilan rendah melalui upaya peningkatan upah minimum regional dan pemberian bantuan.

“Tadi dilaporkan bahwa harga gula kelapa terus mengalami kenaikan sedangkan produksipun semakin melimpah namun nasib para penderes tetap sengsara,” kata Mardjoko.

Karena, lanjutnya, para penderes statusnya sebagai buruh sehingga upah minumnya sekelas buruh pada umumnya seperti kuli bangunan dan lainnya. Beda dengan penghasilan para juragan selaku pemilik modal.

“Agar para buruh penghasilannya memadai, pemerintah berusaha untuk meninggikan upah minimum dan memberikan sumbangan sebagaimana yang diberikan kepada para penderes yang mengalami kecelekaan atau meninggal,” tandas bupati.

Sebelumnya, Kepala Dinperindagkop Ir.H. Didi Rudwianto SH, MSi berharap, dengan berfungsinya pusat pengembangan gula kelapa akan semakin memperbaiki nasib para penderes khususnya di wilayah Kecamatan Cilongok dan umumnya para penderes di Banyumas.

Menurut data, produksi gula kelapa di Banyumas yang dijual ke luar daerah dalam setiap bulan rata-rata sebanyak 471 kilogram atau senilai Rp 55 juta lebih. “Namun tingginya pendapatan itu belum memberikan dampak yang berarti terhadap nasib para penderes. Diharapkan kedepannya melalui program yang ada dapat meningkatkan kesejahteraan para penderes gula kelapa,” harap Didi.

Usai peresmian, Bupati Mardjoko didampingin Kepala Dinperindagkop Didi Rudwianto  dan  Camat Cilongok Fatikul Iksan serta tamu undangan meninjau berbagai hasil jajanan dan kerajinan di ruang pamer IKM center, seperti kripik pisang ronde, gendis jahe, krupuk tahu, jahe susu, gula merah dan batik Bantuanten.

Mereka yang menerima santuan:

1    Darsan    Cilongok Kec. Cilongok    Meninggal    Rp. 5.000.000,00
2    Sarwin    Cilongok Kec. Cilongok    Meninggal    Rp. 5.000.000,00
3    Tarso Nurhadi    Pageraji Kec. Cilongok    Luka/Cacat    Rp. 2.500.000,00
4    Rohmat    Pageraji Kec. Cilongok    Luka/Cacat    Rp. 2.500.000,00
5    Khambali Dartam    Pageraji Kec. Cilongok    Meninggal    Rp. 5.000.000,00
6    Yaspin    Pageraji Kec. Cilongok    Meninggal    Rp. 5.000.000,00
7    Rusmadi    Batuanten Kec. Cilongok    Meninggal    Rp. 5.000.000,00
8    Waris Sutarji    Wlahar Kec. Wangon    Meninggal    Rp. 5.000.000,00
9    Karta Semita    Sawangan Kec. Kebasen    Meninggal    Rp. 5.000.000,00

10    Suwedi    Pangebatan, Karanglewas    Meninggal    Rp. 5.000.000,00 (banyumasnews.com/ham)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Amir Notoyudo 09/10/2013 pukul 02:33 -

    Saya tersentuh keselamatan penderes panjat pohon kelapa tanpa pengaman, bila ada gangguan sehingga tangan lepas dari pohon –>pasti jatuh ! apa jadinya ?Saya punya temuan alat pengaman panjat kelapa, sehingga penderes tak akan jatuh. Alat tsb saya desain sangat sederhana tapi spy harga murah. Oleh sebab itu saya tawarkan kpd pengumpul gula ataupun berbagai pihak utk kita bersama membantu penderes dg memberikan alat tsb agar penderes terjamin keselamatannya Alat tsb blm pernah ada dan saya desain khusus utk penderes. Saya posisi di Jakarta, saya tunggu responya di 081319641781. Wass. /asn*

  2. mustika 05/12/2010 pukul 20:44 -

    nha…
    santunan sich okelah untuk jangka pendek….
    tapi bagaimana ya… cara yang tepat bagi para penderes yang terpaksa menjual hasil gula kepada pengepul atau tengkulak dengan harga rendah karena terjebak pinjaman yang secara turun temurun berjalan selama bertahun-tahuan??? wahh.. wah…
    bingung juga euy… hehheee

Leave A Response