Ditemukan beliung persegi peninggalan masa Neolitikum

WISATA PURBALINGGA
Ditulis 07 Sep 2009 - 15:11 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Setelah temuan Menhir (batu tempat pemujaan) di wilayah Desa Tunjungmulih, Kecamatan Karangmoncol, Tim Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Purbalingga, Senin (7/9) menemukan dua buah batu beliung persegi. Batu beliung ini dipastikan merupakan peninggalan jaman masa neolitikum. Lokasi temuan dalam radius sekitar 700 – 800 meter arah Barat Daya temuan Menhir.

Arkeologi dari Disbudparpora Adi Purwanto, S.Si,  M.Si mengatakan, dengan penemuan batu beliung menandakan bahwa di wilayah Tunjungmuli, masyarakatnya telah melakukan kegiatan pertanian. “Wilayah Tunjungmulih ketika masa pra-sejarah, kemungkinan menjadi daerah pertanian,” kata Adi Purwanto.

Dikatakan Adi, temuan batu beliung berawal dari observasi permukaan disekitar temuan batu menhir. Observasi dilakukan pada radius 0 – 400 meter, 400 – 800 meter, dan 800 – 1.000 meter dari lokasi awal temuan menhir. “Pada radius antara 700 hingga 800 meter arah Barat Daya temuan menhir, ternyata ditemukan serpihan
batu beliung,”kata Adi Purwanto yang juga alumnus Arkeoligi UGM dan ProgramMagister Sains Ilmu Lingkungan Unsoed Purwokerto.

Atas temuan serpihan tersebut, selanjutnya dilakukan penggalian sedalam 0,5 meter. Ternyata di tempat tersbut ditemukan dua buah batu beliung masing-masing berukuran 20cm x 6 cm dan ukuran 15 cm x 1,5 cm. “Temuan batu tersebut saat ini kami simpan di Museum Profesor  Soegarda Purbakawatja.  Dan dalam waktu dekat juga, kami
bekerjasama dengan balai Arkeologi Yogyakarta akan melakukan observasi permukaanlanjutan,” kata Adi Purwanto.

Selumnya, temuan  batu Menhir di wilayah Dusun Senila, Desa Tunjungmuli diyakini merupakan satu-satunya temuan di Indonesia. Menhir tersebut merupakan batu pemujaan peninggalan zaman megalithikum atau zaman batu besar. Dua menhir ini sangat simetris dengan mata angin yaitu mengarah tepat Utara-Selatan dan
Timur-Barat.

Menurut Adi Purwanto, menhir yang menghadap simetris dengan mata angin tersebut juga pernah ditemukan di Kabupaten Limapuluhkota Sumatera Barat, Pasemah Sumatera Selatan dan Toraja Sulawesi. “Bedanya, di tiga tempat itu menhir ditempatkan berdiri tegak, sedangkan yang di Karangmoncol diletakkan tertidur. Ini
satu-satunya di Indonesia,” kata Adi Purwanto (banyumasnews.com/tgr)

Dua buah batu beliung yang panjangnya hampir sama dengan bolpoint. (foto : tgr/BNC)

Dua buah batu beliung yang panjangnya hampir sama dengan bolpoint. (foto : tgr/BNC)

Adi Purwanto menunjukkan temuan batu beliung (foto:tgr/BNC)

Adi Purwanto menunjukkan temuan batu beliung (foto:tgr/BNC)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Agreva Tania 19/02/2013 pukul 21:34 -

    Wah.. Ijin copy ya:) Terimakasih banyak:)

  2. Galih nur a.a 23/09/2012 pukul 07:21 -

    wah bagus nih jdi gampang kalo ada tugas

  3. ayyue 21/08/2011 pukul 20:17 -

    trimakasih pak atas pengetahuannya

  4. mandaa IWALHB 16/09/2010 pukul 13:01 -

    lbih bnyk pnemuan lg yha pak,,
    jd klu sya ade tugs jd gmpang nyariny :D

  5. mambo 13/11/2009 pukul 15:06 -

    pak batu beliung itu apa sih???
    nggak ngerti.. hehehe

  6. Pray 08/09/2009 pukul 12:09 -

    Lha kaya gitu.. ngucapkan selamat karo adine.. he.. he…. ada temuan tujuh menhir lagi Mbak….

  7. Martina H. P 08/09/2009 pukul 08:40 -

    Selamat untuk Pak Adi…dan juga Tim Dinas Pariwisata Purbalingga, semoga temuan batu beliung ini membawa perkembangan yang positif bagi ilmu sejarah dan purbakala,selamat bekerja semoga sukses…

Leave A Response