Polres Banjarnegara operasi motor curian ke pelosok desa

BANJARNEGARA – Karena ditengarai hasil motor curian dijual ke pelosok-pelosok desa yang jauh dari pantauan aparat keamanan, jajaran Polres Banjarnegara melakukan operasi dengan sandi ‘Hunting Tupai’.  Operasi ini mulai digelar 1 September lalu hingga 20 September 2009.

Kapolres Banjarnegara AKBP Nelson Pardamean Purba mengatakan, operasi Hunting Tupai dimaksudkan untuk menekan angka kriminalitas curanmor. Dipilihnya pelosok desa karena ada dugaan motor-motor tanpa surat kendaraan tersebut, biasanya dijual oleh pelaku curanmor ke daerah pelosok. Warga daerah pelosok jarang menggunakannya ke kota atau jalan besar sehingga dipandang tak perlu surat lengkap atau tak perlu bayar pajak.

”Operasi ini dilakukan untuk menjamin situasi dan kondisi aman serta untuk menekan angka kriminalitas berupa aksi pencurian kendaraan bermotor,” kata Kapolres, Minggu (6/9).

Dijelaskan Kapolres, baru lima hari digelar, operasi Hunting Tupai berhasil menjaring tujuh unit sepeda motor bodong. Ke-tujuh sepeda motor yang kini disita sebagai barang bukti dan berada di Mapolres, diperoleh saat menggelar operasi di wilayah Kecamatan Kalibening dan Pagedongan. Dari Kalibening berhasil dijaring empat unit dan dari Pagedongan tiga unit.

”Dengan penyitaan sepeda motor bodong itu diharapkan masyarakat akan makin paham jika membeli kendaraan yang mengandung resiko. Jika masyarakat sudah paham betul risikonya maka diharapkan ke depan tak akan membeli lagi, sehingga permintaan akan motor bodong menurun. Jika menggunakan prinsip hukum ekonomi, dengan sedikitnya permintaan karena masyarakat tak mau lagi ambil risiko, maka curanmor akan tertekan,” kata Kapolres. (banyumasnews.com/yit)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.