Pemkab tolak permohonan pasar murah di pusat kota

PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga secara tegas menolak penyelenggaraan pasar murah di pusat kota. Pemkab lebih memusatkan aktifitas jual beli di pasar baru Segamas. Sementara jika diadakan pasar murah, ijin akan diberikan jika diselenggarakan di pedesaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat miskin.

Kabag Perekonomian Setda Purbalingga, Mukodam, Kamis (3/8) menyatakan, kepastian tidak diperbolehkannya pasar murah itu diberikan atas dasar himbauan Gubernur Jawa Tengah saat Rapat Koordinasi Ekonomi Keuangan dan Industri (Ekuin) Propinsi beberapa saat lalu.

“Pada dasarnya himbauan itu berisi arahan gubernur kepada pemkab dan pemkot wajib menjamin kelancaran, ketertiban dan keamanan menjelang dan sesudah lebaran. Melihat tahun lalu adanya pasar murah justru cukup membuat jalanan dalam kota semrawut dan kurang rapi,” kata Mukodam.

Pertimbangan lain tidak diperbolehkannya pasar murah, karena kondisi kota Purbalingga yang saat ini sudah tertata rapi, bersih dan tertib harus dijaga dan dipertahankan. Setidaknya dengan adanya pasar murah kegiatan masyarakat akan tertumpah pula ke lokasi sekitarnya.  “Kebersihan lokasi pasar murah tentunya akan terpengaruh. Bahkan imbasnya masyarakat sekitar maupun pengguna jalan melakukan protes dengan menolak pasar murah,” kata Mukodam. (banyumasnews.com/pyt

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.