Menikmati indahnya perut bumi di Goa Lawa

Ditulis 02 Sep 2009 - 18:46 oleh Banyumas1

Pinru masuk ke Gua Lawa (foto:pyt/BNC)
Pinru masuk ke Gua Lawa (foto:pyt/BNC)
Gua Dada, salah gua lain yang menarik dkunjungi (foto:pyt/BNC)
Gua Dada, salah gua lain yang menarik dkunjungi (foto:pyt/BNC)
Salah satu ruang Gua Lawa (foto:pyt/BNC)
Salah satu ruang Gua Lawa (foto:pyt/BNC)

SELAIN Obyek wisata air Bojongsari (Owabong), berkunjung ke kota Purbalingga belumlah lengkap jika tidak menikmati Goa Lawa. Obyek wisata yang berada di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, selain menawarkan indahnya lorong-lorong perut bumi, juga sejuknya udara dibawa kaki Gunung Slamet yang merupakan gunung tertinggi ke dua di pulau Jawa
Perjalanan menuju tempat ini tidaklah sulit. Dari pusat kota Purbalingga, perjalanan darat ditempuh sejauh 27 kilometer ke arah Utara. Ketika sampai di ruas jalan Purbalingga – Pemalang tepatnya di pertigaan Karangreja, sudah terpampang papan selamat datang di Obyek wisata Goa Lawa. Dari tempat ini, perjalanan tinggal sekitar 3 kilometer dengan kondisi jalan yang sedikit naik.
Sebelum menikmati lorong-lorong gua, pengunjung dapat pula melihat-lihat soevenir, buah-buahan seperti nanas, alpukat dan strobery yang dijual oleh petani setempat. Di sekitar area parkir yang luas, juga terdapat cafe-café yang menyajikan jajanan dan minuman hangat seperti wedang jahe dan mendoan.
Di dalam kawasan kompleks Goa Lawa, kita dapat juga menikmati arena permainan anak-anak, keong raksasan tempat memadu kasih, berbagai macam tanaman bunga, rindangnya pohon pinus, dan obyek lain yang tentunya sangat menarik.
Perjalanan inti kunjungan ke Goa Lawa tentunya menikmati lorong-lorong gua yang telah ditebari lampu-lampu penerangan. Di beberapa tempat, juga terpasang lampu-lampu beraneka macam membentuk gambar kelelawar.
Perasaan gelap langsung menyapa begitu sampai di mulut goa. Objek pertama yang terlihat adalah sebuah batu berujud tokoh Punakawan Semar. Meski tidak dipahat namun batu alam ini sangat mirip dengan gambar Semar di pewayangan. Konon batu ini masih kerap memunculkan sosok asli tokoh Semar ini. “Orang disekitar sini menyebutnya mbah Semar,” ujar manajer Goa Lawa, Achmad Sobari kepada Banyumasnews.com yang mengantar perjalanan menyusuri goa itu, Rabu (2/9).
Lorong Goa
Berjalan sekitar sepuluh meter dari Batu Semar, pandangan kita akan membentur dinding batu berwujud seperti pohon beringin putih yang disebutnya sebagai Waringin Seto. Di sebut Waringin Seto karena memang bentuknya yang mirip pohon beringin, dari batang sampai ke daun-daunnya. Sepanjang perjalanan, tetesan air dari atap gua tak bisa terhindarkan. Seolah terasa kepala dan tubuh kita basah kuyup.
Istana Lawa dan relief berbentuk dada kelelawar raksasa adalah objek yang kemudian bisa ditemukan. Setelah itu ada Sendang Drajat, Pancuran Slamet dan Bale Paseban.
Tiga objek terakhir ini menurut cerita, erat kaitannya dengan kisah penyebar agama Islam, Wali Songo. Konon, pada awal penyebaran Islam di tanah Jawa, Goa ini sebagai markas para wali untuk menyebarkan Islam. Mereka kerap bertemu di tempat ini untuk berkoordinasi dan beristirahat.
Paseban Agung sebagai contoh, adalah sebuah ruangan berdimensi 10 x 8 x 3 meter yang biasa digunakan untuk pertemuan. Di tempat ini terdapat sembilan batu yang tersusun sedemikian rupa. Konon sering dipakai untuk duduk para wali. Sendang Drajat dan Pancuran Slamet biasanya dipakai untuk mengambil air wudlu. Sedang sholat dilaksanakan di ruang langgar.
Kisah tentang keberadaan para wali ditempat ini pernah dibuktikan oleh warga sekitar. Beberapa orang dari Cirebon dan Baghdad juga pernah menjumpai hal yang sama di tempat itu.
Selain tempat-tempat yang diduga pernah digunakan oleh para wali, di dalam Goa Lawa juga terdapat beberap goa lain. Diantaranya Goa Batu Keris, Sanggar Panembahan, Goa Mulut Raksasa, Goa Naga, Goa Cepet dan Goa Ratu Ayu. Selain itu di dalamnya juga ditemukan danau yang airnya sangat jernih.
“Kedalaman danau itu lebih dari dua puluh meter. Karena itu, Pemkab Purbalingga ketika mulai membuka obyek wisata ini sekitar tahun 1978 membuat jembatan kecil di dalam goa,” ujar Achmad Sobari.
Penelusuran Goa Lawa memakan waktu sekitar satu jam. Jalan berkelak-kelok harus dilalui para pengunjung untuk menelusuri seluruh isi goa. Namun tak usah khawatir, pemerintah setempat telah membangun jalan yang lega dan aman untuk memuaskan hasrat petualangan kita. Meski mengurangi kenaturalan obeknya, namun keberadaan jalan dan jembatan serta pagar membuat pengunung lebih mudah menelusuri seisi goa.
Bagi siswa sekolah goa Lawa bisa dijadikan sebuah obek pengamatan tentang lapisan-lapisan bumi. Sementara bagi orang-orang yang ingin menyepi, goa Lawa juga kerap menjadi tempat yang bisa dipilih untuk bersemedi, menyerahkan diri pada sang pencipta.
“Kalau beruntung, biasanya orang akan mendapatkan apa yang dicarinya. Baik kejernihan hati maupun barang dalam bentuk fisik seperti pusaka dan jimat,” timpal Surip, seorang juru kunci Goa Lawa.
Melihat sejarah ditemukannya Goa Lawa sebagai tempat berkumpulnya para wali membuat banyak orag mendatangi tempat itu. “Beberapa waktu lalu bahkan ada beberapa orang yang datang langsung dari Baghdad Irak untuk mengunjungi tempat ini. Katanya mereka mendapat petunjuk langsung untuk mengunjungi tempat ini,” cerita Surip.
Namun Surip mengaku tak tahu persis apa yang didapat orang-orang tersebut.
Hanya saja, ada keanehan yang terjadi saat orang-orang tersebut datang ke Goa Lawa.
“Ruang Langgar yang biasanya hanya mampu menampung sekitar dua puluh orang tiba-tiba saja bisa memuat 1 orang tanpa mengalami perubahan bentuk, “tutur Surip. Saat itu tempat tersebut digunakan untuk istighozah bersama.
Sambut Lebaran
Pengunjung obyek wisata Goa Lawa, biasanya akan melimpah seiring dengan kepulangan para pemudik lebaran. Pihak Pemkab Purbalingga melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, pemuda & Olah raga (Disbudparpora) telah menyiapkan obyek ini sebaik mungkin. Mulai dari keamanan para pengunjung, arena hiburan, hingga kedamaian menikmati obyek wisata tak perlu diragukan. Pemkab setempat tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi Anda para pengunjung. Selamat berlibur dan menikmati Obyek wisata Goa Lawa. (banyumasnews.com/ Prayitno)

Tentang Penulis

Leave A Response