Hadapi arus mudik ,Pemkab normalisasikan jalan dan jembatan KA

Ditulis 02 Sep 2009 - 14:51 oleh Banyumas1
Alat berat yang siap mengangkat jembatan KA (foto:humas/BNC)

Alat berat yang siap mengangkat jembatan KA (foto:humas/BNC)

Proses normalisasi jalan jadi tontonan warga (foto:humas/BNC)

Proses normalisasi jalan jadi tontonan warga (foto:humas/BNC)

BANJARNEGARA-Untuk memperlancar jalur trasnportasi di Jalur tengah khususnya dari Banjarnegara menuju Wonosobo, Pemkab Banjarnegara telah membongkar jalur jembatan kereta api yang melintang di atas jalan raya di Desa Prigi Kecamatan Sigaluh. Pembongkaran dilakukan hari Rabu (2/8) dengan mengangkat jembatan kereta api dan rel yang berada di sekitar jembatan. “Selain pembongkaran jembatan kereta api, jalan  menikung yang  berada tepat di bawah jembatan tersebut juga akan dinormalisasikan,” kata Mulyanto S. Sos MS.i Kepala Bagian Pembangunan .
Mulyanto menambahkan jembatan kereta api tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan dan rawan dengan kecelakaan, apalagi menjelang arus mudik lebaran dimungkinkan jalur Banjarnegara – Wonosobo semakin padat. “Normalisasi jalan dan pembongkaran jembatan Kereta Api  tersebut diharapkan selesai H-7 sebelum lebaran, jadi saat memasuki puncak arus mudik jalur tersebut sudah beres,” lanjutnya.
Pembongkaran jembatan dan rel kereta api tersebut telah mendapat ijin dari PT. KAI hanya saja surat tersebut belum sampai ke Pemkab Banjarnegara, namuh setelah berkoordinasi dengan DAOPS 5 pembongkaran bisa dilakukan. .”Jembatan dan rel kereta api yang sudah tidak terpakai dibawa ke gudang PT. KAI Wilayah Banyumas yang berada di Kroya,”   tambahnya.
Sesuai dengan rencana sebenarnya ada 4 jembatan yang akan dinormalisasikan yaitu jembatan yang ada di Kelurahan Sokanandi, Banjarnegara Sigaluh, Sigaluh dan Prigi. Namun hanya satu yang bisa dibongkar yang lain hanya boleh diangkat atau ditinggikan. “Paling tidak satu jembatan dulu dibongkar yang berada di Desa Prigi yang dinilai membahayakan pengguna jalan , bila pembokangkaran jembatan KA dan normalisasi jalan telah selesai diharapkan akan memberikan kemudahan bagi para pengguna jalan,” ujarnya.
Pembongkaran jembatan kereta api dan normalisasi jalan yang menghambat jalur transportasi di Banjarnegara diharapkan juga akan ikut membantu Pemkab Banjarnegara dalam rangka upaya meninggalkan statusnya sebagai daerah tertinggal.
”Dengan lancarnya transportasi di Banjarnegara diharapkan para pengguna jalan akan memanfaatkan jalur tengah sebagai sarana transportasi  selain jalur pantura, dipakainya jalur tengah melewati Banjarnegara  otomatis meningkatkan PAD bagi Banjarnegara” pungkasnya.(banyumasnews.com/har)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Yoyo 18/07/2012 pukul 20:25 -

    Menurutku lebih baik transportasi tidak lancar daripada sejarah jalur SDS itu tidak diketahui banyak penduduk Banyumas, justru dengan peninggalan rel itu akan menambah menarik daerah Banjarnegara – Wonosobo, untuk lihat beberapa dokumentasi dan penelusuran kereta api Banyumas, kesini: http://www.banjoemas.com

  2. arfan 18/09/2009 pukul 01:03 -

    Bener juga kata yancen tapi bener juga kata pemkab kab banjarnegara….

  3. yancen 12/09/2009 pukul 00:41 -

    gimana mau maju,lha wong bangunan peninggalan jaman belanda aja di bongkar begitu,apa pemerintah daerah situ tdk memikirkan kedepannya nti,bagaimana generasi muda mengetahui sejarah banjarnegara,klo dlu pernah ada kereta yg melints disitu.

Leave A Response