Kebutuhan hidup layak buruh di Purbalingga Rp 803.022

PURBALINGGA – Tim survey kebutuhan hidup layak (KHL) dari unsur tripartid (Apindo, SPSI, Disnakertrans) menyepakati besaran
KHL tahun 2010 yang dihitung dari KHL bulan Januari hingga Agustus 2009 yang besarannya mencapai Rp 803.022 per bulan. KHL ini merupakan kebutuhan hidup layak dari seorang buruh lajang per bulan di Kabupaten Purbalingga.

Meski telah menyepakati KHL, namun unsur tripartid belum membahas kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Purbalingga tahun 2010 mendatang. “Kami baru menyepakati besaran KHL tahun 2010 sebesar Rp 803.022. Kami berharap, UMK Purbalingga tahun 2010 mendatang bisa mencapai minimal 91 persen dari KHL itu,” kata perwakilan dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Purbalingga, Maryoto, Senin (31/8).

Maryoto mengatakan, pihaknya masih menunggu kesanggupan dari Apindo mengenai berapa besaran kenaikan UMK yang diusulkan. Usulan tersebut akan dibahas kembali dan diajukan ke Dewan Pengupahan Daerah. “Nampaknya Apindo belum bisa mengajukan usulan kenaikan UMK itu,” kata Maryoto.

Perwakilan dari Apindo Purbalingga, Sudiro menyatakan, pihaknya memang belum dapat memberi gambaran berapa besarnya usulan kenaikan UMK tersebut. Pasalnya, kemampuan dari pengusaha di Purbalingga saat ini tidak sama satu dengan yang lainnya.
“Kami akan berkoordinasi dahulu dengan pengusaha lainnya dalam menentukan usulan kenaikan UMK 2010 itu,” tutur Sudiro.
UMK Purbalingga tahun 2009 mencapai Rp 618.750. Jika UMK Purbalingga tahun 2010 dapat naik minimal 91 persen dari KHL maka, UMK 2010 tersebut bisa mencapai Rp 730.750. Namun, besaran tersebut nampaknya masih dibahas lebih lanjut oleh SPSI, Apindo maupun dewan pengupahan daerah. (banyumasnews.com/pyt)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.