Menolak cincin di jantung dengan konsumsi propolis

Ditulis 06 Jan 2011 - 07:59 oleh Sista BNC

Muhammad Idris Budaya spontan melompat dari tempat tidur dan berteriak keras, “Allahu Akbar…” Muhammad Idris Buyung mimpi buruk? Dada Muhammad Idris Buyung bergemuruh malam itu. Ia merasa dada nyeri dan sesak ketika terlelap. Napasnya tersengal-sengal. Keluarga menenangkan dan memberikan segelas air. Buyung menghabiskannya. Itulah awal tersibaknya penyakit jantung koroner. Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin itu menghirup napas dalam-dalam dan berjalan kaki selama 15 menit.

Malam itu belum lagi larut, pukul 21.30. Ia memang berangkat tidur lebih awal, yakni pukul 20.30, setelah mengkonsumsi sepiring satai kambing. Akibat peristiwa itu liburan di Malino, Sulawesi Selatan, pada pertengahan 1993 pun berakhir lebih cepat. Pada keesokan hari, Buyung dan keluarga kembali ke Makassar. Setelah tiba di Kota Angin Mamiri, ia segera mengunjungi dokter di Rumahsakit dr Wahidin untuk mengetahui penyebab peristiwa semalam.

Dokter di rumahsakit mendiagnosis bahwa Buyung mengalami penyempitan pembuluh darah jantung. Jalan keluar untuk mengatasi penyakit itu adalah pemasangan 3 ring di jantung. Buyung tak serta-merta sepakat dengan saran dokter soal pemasangan cincin. Ia berharap bahwa diagnosis itu keliru ketika mencari pendapat kedua di sebuah klinik. Namun, dokter kedua yang ia temui, mendiagnosis sama: penyempitan pembuluh darah jantung.

Dua pilihan

Menurut dr Henry Pakpahan SpJP, ahli jantung di Rumahsakit Omni, Pulomas, Jakarta Timur, penyumbatan pembuluh darah itu akibat penumpukan kolesterol di arteri jantung. Gejalanya memang mirip masuk angin. Itulah sebabnya banyak kejadian orang meninggal karena ‘masuk angin’ yang tak lain adalah serangan jantung. Menurut dokter alumnus Universitas Indonesia itu ketika jantung membutuhkan lebih banyak darah, sistem saraf akan mengirim sinyal ke beberapa titik saraf di tubuh.

Sinyal itu menyebabkan sensasi seperti kesemutan dan kram. Oleh karena itu gejala lain jantung koroner mirip kesemutan. Pada penderita jantung koroner seperti Buyung, arteri koroner menyempit dan kadang-kadang terblokir. Makanya penyempitan pembuluh darah jantung itu juga sohor sebagai jantung koroner. Akibatnya darah tidak dapat mengalir ke otototot jantung. Padahal, organ itu memerlukan darah dan oksigen yang memadai. Ketika pasokan keduanya berkurang, penderita bisa pingsan, bahkan meregang nyawa.

Untuk mengatasi penyakit maut itu, biasanya dokter ahli jantung memasang cincin di pembuluh darah yang tersumbat. Caranya dengan meniupkan balon pada pembuluh darah hingga pembuluh darah sedikit terbuka. Dokter kemudian memasang cincin untuk mempertahankan aliran darah di pembuluh darah tetap lancar. Biaya pemasangan sebuah cincin Rp25-juta – Rp35-juta. Itu belum termasuk biaya operasi dan obat-obatan pascaoperasi.

Alternatif lain demi mengatasi jantung koroner adalah operasi by pass dengan membuat pembuluh darah baru untuk menggantikan aliran darah yang tersumbat. Dokter ahli biasanya mengambil pembuluh darah dari pergelangan kaki. Biaya operasi mencapai Rp100-juta. Usai operasi, ‘Makanan harus dikontrol 3J, yaitu jumlah, jenis, dan jadwal makan,’ kata Henry. Konkretnya jika hari ini pasien makan satai kambing 1 porsi, maka 2 hari kemudian baru boleh makan udang.

Diet ketat

Boleh jadi penyempitan pembuluh darah jantung itu buah dari gaya hidup Buyung. Harap mafhum, Buyung menghabiskan 3 mangkuk sup konro sekali santap. Padahal, ia hampir setiap hari menikmati sup daging iga sapi atau kerbau itu. Henry Pakpahan mengatakan konsumsi pangan tinggi lemak seperti sup konro memang bisa memicu penyakit jantung koroner.

Setiap 100 gram sup konro mengandung antara lain 7,4 g protein, 2,6 g lemak, 4,5 g karbohidrat, 17 mg kalium, 60 mg fosfor, 4,6 mg besi, dan kalium 25 mg. Bila bobot semangkuk sup konro 200 gram, berarti kadar nutrisi itu menjadi 2 kali lipat. Kebiasaan Buyung mengkonsumsi sup konro berlangsung puluhan tahun. Celakanya, Buyung hampir tak pernah berolahraga. Wajar jika bobot tubuh pria setinggi 165 cm itu mencapai 80 kg. Itu yang menerbitkan ketakutan baginya.

Dalam kondisi kalut, ia teringat rekannya, dokter spesialis jantung di Makassar, yang mengidap jantung koroner. Untuk mengatasinya, dokter itu menjalani operasi pemasangan ring di sebuah rumahsakit di Australia. Ketika menjalani operasi itulah, sahabat Buyung meninggal dunia. Oleh karena itu Buyung menolak saran dokter untuk operasi. Ia memilih mengikuti saran seorang rekan untuk mengkonsumsi propolis trigona pada 1995, 2 tahun setelah vonis jantung koroner.

Pria kelahiran 12 Juni 1952 itu menambahkan 4 tetes propolis trigona dalam segelas air putih. Setelah mengaduk rata, barulah ia meminumnya. Frekuensi konsumsi 3 kali sehari. ‘Saya merasa lebih segar,’ kata Buyung. Selain konsumsi propolis, ia juga mengubah gaya hidup. Jika biasanya ia menghabiskan 3 mangkuk sup konro sekali santap, maka Buyung menghentikan sama sekali. Penganan lezat terhapus dari daftar menu Buyung: jeroan, sup konro, kuning telur, udang, kepiting, dan cumi-cumi.

Singkat kata ia menghindari penganan yang mengandung garam, minyak goreng, dan gula putih. Sebagai pengganti, ia mengkonsumsi rebusan ikan laut, sayuran, dan buah segar. Pria yang saat itu berusia 41 tahun itu juga berhenti merokok dan rutin berlari sepanjang 2 km 3 kali sepekan. Diet ketat plus olahraga menyebabkan bobot Buyung melorot menjadi 70 kg dari semula 80 kg dalam 2 bulan.

Setahun setelah rutin konsumsi propolis trigona, penyempitan pembuluh darah berkurang hingga 70%. Buyung gembira tak terkira dan kian bersemangat mengkonsumsi propolis. Pengecekan menyeluruh terakhir pada Juli 2010, dokter menyatakan ia sehat. Trubus menemui Buyung di sebuah apotek yang ia kelola di Makassar. Ia tampak bugar dan langsing. ‘Sekarang celana saya nomor 29, padahal dulu 35,’ kata Buyung.

Menurut dr Robert Hatibi, propolis mampu ‘memperlebar’ pembuluh darah jantung dengan mengikat radikal bebas. Dampaknya sumbatan pun terkikis. Selain itu, propolis juga menjaga daya elastisitas dan kapilaritas aorta serta vena jantung. Dengan rutin konsumsi propolis, Muhammad Buyung Idris menolak cincin di jantung. (Sardi Duryatmo/Peliput: Endah Kurnia Wirawati-Sumber: Trubus-Online)

Anda perlu propolis? Silakan kontak 085727391224

Tentang Penulis

Tidak ada Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. mochbudiarto 26/03/2012 pukul 23:17 -

    pengobatan ada 3 macam
    Bekam
    Minum madu
    Kay (besi panas) dilarang

  2. Tiyang Atmojo 14/12/2011 pukul 18:29 -

    Setiap keluhan atau penyakit, pasti ada jalan untuk mengobatinya, selama kita ada usaha. Apalagi sekarang banyak pilihan pengobatan alternatif, yaitu herbal. yang menurut penelitian tanpa efek samping.

  3. Cicik 07/09/2011 pukul 15:55 -

    Suami sy 2hr yll jg di fonis mengalami penyumbatan pembuluh jantung..sy msh shock,,bingung mau memilih alternatif penyembuhan

Leave A Response