Valerian Hutan

Ditulis 19 Mar 2010 - 10:56 oleh Sista BNC

valerianhutan
Nama latin: Valeriana officinalis L.
Nama daerah: Valeran; Waleri; Whalere
Deskripsi tanaman: Semak tahunan, tinggi lebih kurang 60 cm. Batang tegak, lunak, permukaan licin, warna hijau pucat. Daun majemuk, bentuk helaian daun lonjong, tepi bercangap, ujung dan pangkal meruncing, permukaan berkerut, warna hijau. Perbungaan bentuk tandan di ujung batang, kelopak hijau muda, mahkota halus warna putih. Buah buni, bentuk lonjong, warna cokelat. Biji bulat kehitaman.

Habitat: Tumbuh pada tanah gembur dengan air cukup pada dataran rendah hingga 120 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Rimpang ; Akar
Kandungan kimia: Minyak atsiri; Alkaloid valeriana; Valerianina; Valepotriat, Valtratum; Didrovatratum; Ionona
Khasiat: Sedatif; Hiptonik; Spasmolitik; Karminatif; Hipotensif

Nama simplesia: Valerianae Radix
Resep tradisional: Lemah syaraf
Akar valerian 30 g; Daun leng-lengan 20 g; Daun seribu 20 g; Daun sambang darah 20 g; Air 500 ml, Ramuan direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum 3-4 kali sehari.

Kegunaan: Daunnya digunakan sebagai obat demam, batuk, sariawan, mencret menahun, panas, penyakit cacing dan sebagai perangsang nafsu kelamin. Akarnya bila ditumbuk halus, bisa dijadikan sebagai obat malaria pada anak-anak. Seluruh tumbuhan digunakan untuk mengobati epistaxis (hidung berdarah), sakit kuning, infeksi saluran kencing, cacar air, busung, absces, borok, gigitan ular dan gigitan serangga.

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. agus 28/03/2010 pukul 15:02 -

    kalu di indonesia ada ngak ya tumbuhan jenis itu..?

Leave A Response