Sinta Nuriyah Wahid sangat menghormati pemulung

Ditulis 29 Agu 2009 - 21:29 oleh Banyumas1

BANYUMAS-SHINTA NURIYAHIstri mantan presiden Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah saat berbuka puasa dengan kelompok pemulung di Gunung Tugel, Karang Randu, Banyumas, Sabtu (29/8) mengatakan sangat menghormati orang-orang yang bekerja dengan keringat dan kekuatannya.

“Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW mengatakan pekerjaan yang paling mulia adalah pekerjaan yang dilakukan dengan keringat dan kekuatannya, dan saya sangat respect dengan para pemulung di sini yang bekerja dengan keringat dan kekuatannya terlebih di bulan puasa ini, saya berharap jangan sampai pemulung di sini mengambil hak orang lain,” ujar Shinta berharap.

Pada kesempatan tersebut dia juga mengucapkan terimakasih kepada LSM Biyung Emban yang telah bekerja keras untuk mencerdaskan masyarakat di sekitar tempat pembuangan akhir sampah Gunung Tugel.

Menurutnya dengan kepandaiannlah masyarakat Indonesia bisa mengisi dan menjaga negaranya, karena dalam pandangan Sinta Nuriyah meski telah merdeka Indonesia masihlah bodoh terbukti dengan dicurinya sejumlah karya bangsa ini, termasuk kekayaan alam maupun hasil kebudayaannya.

Kegiatan yang juga dihadiri sastrawan ahmad tohari, serta pejabat di lingkungan Pemkab banyumas berlangsung sangat hidup, meski waktu dialog yang diberikan panitia sangat terbatas.

Seorang pemulung bernama Painem sempat menyampaikan kekhawatirannya akan kondisi lingkungan tempat tinggalnya, jaminan kesehatan maupun lapangan pekerjaan ketika tempat pembuangan akhir sampah tersebut dipindah ke lokasi lain.

“Masalah yang kami hadapi setiap musim kemarau adalah susahnya mendapatkan air, dan ketika hujan jalanan menjadi sangat becek dan jeblok bahkan terkadang longsor, saya juga meminta ibu menyediakan lapangan kerja seandainya tempat pembuangan akhir sampah ini jadi dipindah,”   ungkap Painem.

Dengan gaya khasnya, Sinta Nuriyah menjawab jika dia tidak memiliki kewenangan untuk menjawabnya, melainkan harus disampaikan ke lurah camat maupun bupati, karena merekalah yang memiliki kemampuan untuk mengatur wilayahnya.

“Biasanya memang seperti itu, jika TPAS dipindah baunya juga ikut berpindah, dalam pandangan saya pemerintah kita memang belum mampu mensejahterakan masyarakatnya, untuk permasalahan ibu sampaikan juga kepada lurah, agar beliau menyampaikannya ke camat dan diteruskan kepada bupati Banyumas, sebenarnya di Indonesia memiliki program pengembangan kesejahteraan masyarakat,” tegas dia.

Pada kesempatan tersebut Sinta Nuriyah melalui yayasan Puan Amal hayati membErikan bantuan uang sebesar Rp 5 juta serta meresmikan taman bacaan nambah kawruh. Berhubung Gus Dur tengah sakit dan dirawat di RSCM, safari ramadan hanya bisa berlangsung di 17 kota, lawatan ke Purbalingga dan ke Qatar dibatalkan. (banyumasnews.com/lin)

Tentang Penulis

Leave A Response