Adem Ati

Ditulis 18 Jan 2010 - 10:44 oleh Sista BNC

Adem Ati
(Litsea glutinosa (Lour.) C.D. Robins.)


Sinonim:
Litsea chinensis Lamk. Litsea littoralis (L.) Vill.

Familia:
Lauraceae.

Uraian:
Berupa pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter. Batang berkayu dan bercabang-cabang. Daun tunggal, bentuk elips, warna hijau, dan berbulu halus. Perbungaan bentuk malai, mahkota bunga berwarna putih kekuningan. Buah bulat, buah muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam. Akar tunggang warna cokelat muda. Bagian yang digunakan Akar, kulit kayu, dan daun.

Nama Lokal:

NAMA DAERAH: Huru batu, Huru beusai, Huru tangkalak, Madang kapas (Sd); Adem ati, Kapu ketek, Nyampu wingka, Wuru beling (Jw).
NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Litseae glutinosae Radix; Akar Adem Ati. Litseae glutinosae Cortex; Kulit kayu Adem Ati. Litseae glictinosae Folium; Daun Adem Ati.

Penyakit Yang Dapat Diobati:
Sifat Khas Manis, pahit, dan mendinginkan.
KHASIAT Anti inflamasi, analgesik, dan hemostatik.

Pemanfaatan:
Kegunaan Di Masyarakat
Akar:
1. Mencret.
2. Kencing manis.
3. Radang usus.
4. Radang kulit bernanah (obat luar).

Kulit kayu dan Daun (obat luar):
1. Bisul;
2. Luka berdarah;
3. Obat penenang;
4. Radang kulit bernanah;
5. Radang payudara;

RAMUAN DAN TAKARAN
Kencing Manis
Ramuan:
Akar Adem Ati 5 gram
Daun Salam segar 4 lembar
Air 140 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus.

Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, setiap minum 100 ml.

Mencret, Radang Usus
Ramuan:
Akar Adem Ati 6 gram
Rimpang Kunyit segar 6 gram
Air 110 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.
Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan: Diulang selama 3 hari (Mencret), 14 hari (Radang usus). Bila tidak menunjukkan gejala penyembuhan dianjurkan untuk ke dokter.

Radang Kulit Bernanah, Radang Payudara, Luka, dan Bisul
Ramuan:
Kulit kayu/Daun segar Adem Ati secukupnya
Daun Sambilata secukupnya
Air secukupnya

Cara pembuatan: Dipipis hingga berbentuk pasta.

Cara pemakaian: Ratakan pasta pada bagian kulit yang sakit. Sebelum dibaluri dengan pasta tersebut, sebaiknya dibersihkan dengan air hangat dahulu.

Lama pengobatan: Diperbaharui setiap 3 jam.

Komposisi: Alkaloid (golongan fenantrena dan aporfina), flavonoida, tanin, polifenol, dan minyak atsiri.

(Sumber tulisan: www.iptek.net.id)

Adem Ati
(Litsea glutinosa (Lour.) C.D. Robins.)Sinonim:
Litsea chinensis Lamk. Litsea littoralis (L.) Vill.

Familia:
Lauraceae.

Uraian:
Berupa pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter. Batang berkayu dan bercabang-cabang. Daun tunggal, bentuk elips, warna hijau, dan berbulu halus. Perbungaan bentuk malai, mahkota bunga berwarna putih kekuningan. Buah bulat, buah muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam. Akar tunggang warna cokelat muda. Bagian yang digunakan Akar, kulit kayu, dan daun.

Nama Lokal:
NAMA DAERAH: Huru batu, Huru beusai, Huru tangkalak, Madang kapas (Sd); Adem ati, Kapu ketek, Nyampu wingka, Wuru beling (Jw).
NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Litseae glutinosae Radix; Akar Adem Ati. Litseae glutinosae Cortex; Kulit kayu Adem Ati. Litseae glictinosae Folium; Daun Adem Ati.

Penyakit Yang Dapat Diobati:
Sifat Khas Manis, pahit, dan mendinginkan.
KHASIAT Anti inflamasi, analgesik, dan hemostatik.

Pemanfaatan:
Kegunaan Di Masyarakat
Akar:
1. Mencret.
2. Kencing manis.
3. Radang usus.
4. Radang kulit bernanah (obat luar).

Kulit kayu dan Daun (obat luar):
1. Bisul;
2. Luka berdarah;
3. Obat penenang;
4. Radang kulit bernanah;
5. Radang payudara;

RAMUAN DAN TAKARAN

Kencing Manis
Ramuan:
Akar Adem Ati 5 gram
Daun Salam segar 4 lembar
Air 140 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus.

Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, setiap minum 100 ml.

Mencret, Radang Usus
Ramuan:
Akar Adem Ati 6 gram
Rimpang Kunyit segar 6 gram
Ai 110 ml

Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan: Diulang selama 3 hari (Mencret), 14 hari (Radang usus). Bila tidak menunjukkan gejala penyembuhan dianjurkan untuk ke dokter.

Radang Kulit Bernanah, Radang Payudara, Luka, dan Bisul
Ramuan:
Kulit kayu/Daun segar Adem Ati secukupnya
Daun Sambilata secukupnya
Air secukupnya

Cara pembuatan: Dipipis hingga berbentuk pasta.

Cara pemakaian: Ratakan pasta pada bagian kulit yang sakit. Sebelum dibaluri dengan pasta tersebut, sebaiknya dibersihkan dengan air hangat dahulu.

Lama pengobatan: Diperbaharui setiap 3 jam.

Komposisi: Alkaloid (golongan fenantrena dan aporfina), flavonoida, tanin, polifenol, dan minyak atsiri.

Tentang Penulis

Leave A Response