Ratusan guru agama Bobotsari mengadu ke Bupati

Ditulis 09 Jul 2009 - 15:03 oleh Mr Banyumas

Sekitar 100 orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Agama SD/MI, SMP/MTS dan SMK/SMA di Kabupaten Purbalingga yang merasa didiskriminasi dalam menentukan perolehan sertifikasi oleh Departemen Agama Purbalingga mengadu pada Bupati Purbalingga. Mereka diwakili Drs Suyono MM, guru Agama SMA Negeri I Bobotsari, dan diterima Bupati Triyono Budisasongko di Gedung Ardi Lawet, Kamis (9/7).
Dalam kesempatan itu, Suyono memberikan gambaran, bahwa yang terjadi selama ini sertifikasi seolah hanya diberikan kepada guru agama yang bernaung di bawah langsung Departemen Agama, sedangkan di sisi lain Guru Agama yang ber-NIP kepala 13 yang seharusnya diangkat di bawah jajaran Departemen Pendidikkan dan pembinaannya diserahkan kepada Departemen Agama merasa sangat dianak-tirikan.
Oleh karena itu untuk memberikan pencerahan kepada guru agama ber-NIP kepala 13, mereka minta Bupati agar pembinaannya dikembalikan kepada Departemen Pendidikkan, dan penetapan calon yang akan mendapat sertifikasi harus dilakanakana secara transparan dan accountable.
Bupati Purbalingga Drs Triyono Budi Sasongko MSi ketika memberikan arahannya antara lain menegaskan bahwa walaupun saat ini era otonomi daerah, namun demikian urusan kepegawaian adalah mutlak urusan Pemerintah Pusat. “Kami siap untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi, dengan cara akan mengkoordinasikan dengan Depatermen Pendidikkan Nasional dan Departemen Agama Republik Indonesia,” ujar Bupati.
Selesai acara, Bupati minta kepada Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Departemen Agama Kabupaten Purbalingga, yang mendampingi pertemuan agar secepatnya membuat formulasi kebijakan yang diusulkan Forum Kumunikasi untuk diusulkan kepada Departemen Pendidikkan Nasional dan Departemen Agama RI. (banyumasnews/pyt )

Tentang Penulis

Leave A Response