Mantan anggota dewan,kritik anggota DPRD Banyumas terpilih

PURWOKERTO – Apakah karena merasa tidak terpilih lagi kemudian mantan anggota DPRD Banyumas mengkritik keras kinerja anggota dewan yang baru? Paling tidak ada beberapa mantan anggota dewan yang secara gamblang mengkritiknya, seperti Ahmad Iksan. Mantan anggota DPRD Banyumas dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Ikhsan. DPRD periode lalu ini mengatakan kinerja anggota DPRD yang baru dinilai lamban.

“ Kalau dulu kami bisa menyelesaikan pembentukan fraksi dalam waktu kurang dari satu minggu. Pembentukan fraksi sebenarnya tidak terlalu rumit dan hanya menyatukan  komitmen antar partai. Sekarang, mereka membentuk fraksi saja tertunda tunda,” ujar Ahmad Iksan.

Kelambanan angota DPRD yang baru ini juga menggelitik perasaan Ketua LSM Satria Legal Wacth, Suradi Hi Alkarim, Jumat (28/8). Menurutnya, selain lambat, DPRD baru juga terkesan tidak jelas kinerjanya.

Mereka sudah dilantik tanggal 20 Agustus, namun hingga kini belum jelas kinerjanya.” Mereka ini sebenarnya kerjanya apa selama ini,” ujar Suradi yang juga mantan anggota DPRD dari Partai Golkar ini.

Jika  mengacu pada surat Mendagri nomor 161/2898/S.1 tertanggal 5  Agustus 2009, harus segera disusun tatib DPRD untuk membentuk alat  kelengkapan dewan, termasuk didalamnya menentukan pimpinan DPRD yang
definif.

Sementara itu, anggota DPRD dari PDIP yang kembali terpilih, Bambang Pudjianto  mengakui lambatnya kinerja DPRD sekarang. Bambang menjelaskan, DPRD lalu,  sebelum dilantik sudah melakukan komunikasi dan lobi lintas partai. Sehingga  pasca dilantik, pembentukan fraksi tidak menemui kendala.

Namun yang terjadi sekarang, dilantik dulu baru mereka melakukan  komunikasi lintas partai, ini tentu memakan waktu,” tambah Bambang (banyumasnews.com/n-1).

2 Comments

  1. sekedar urun rembug…..tanpa mengurangi rasa hormat terhadap mantan anggot a dewan yang tidak terpilih lagi….tentunya akan sangat simpatik bila ilmu-ilmu yang sudah dijalani beliau-beliau itu di tukar kawruhaken ke anggota yang baru….kirane setuju mbok para sedulur?oke deh….smoga sukses selalu untuk sedulur kabeh….

  2. Menurut saya, gonjang-ganjing penetapan anggota terpilih oleh KPU sangat berpengaruh. Hal ini terkait uji materi UU, sehingga baik KPUD maupun anggota dewan yang terpilih lebih memilih kepastian daripada sudah lobby-2, ternyata gak jadi dilantik. Jadi ini soal penyelenggaraan Pemilu yang tahun ini agak amburadul.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.