Nur Agustus dan Yustus, Guru yang juga Pengrajin Thek-thek

Ditulis 28 Agu 2009 - 09:33 oleh Banyumas1
PENGRAJIN THEK-THEK—Nur Agustus (jongkok) bersama, Yustus Wijayadi,pengrajin alat musik thek-thek.(foto:pyt/BNC)

PENGRAJIN THEK-THEK—Nur Agustus (jongkok) bersama, Yustus Wijayadi,pengrajin alat musik thek-thek.(foto:pyt/BNC)

NUR AGUSTUS S.Pd (39), adalah sosok guru yang kreatif. Betapa tidak? Untuk mengisi waktu senggangnya seusai mengajar mata pelajaran seni budaya di SMAN 1 Kejobong, Purbalingga dia mengisinya dengan aktivitas membuat perangkat thek-thek (alat musik tradisional khas Banyumas). Hal itu sudah ia lakukan sejak tahun 2002 hingga sekarang.

Agus—demikian panggilan akrabnya yang juga dikenal sebagai pemain organ tunggal, tidak sendirian dalam membuat alat musik dari bambu itu. Ia dibantu kakaknya, Yustus Wijayadi, guru SDN 1 Banjaran, Kecamatan Bojongsari.

“Ya, hasil dari usaha membuat thek-thek ini, lumayan. Bisa untuk nambah membeli kebutuhan sehari-hari, di samping gaji yang kami terima setiap bulan sekali sebagai PNS,” ujar Agus ketika ditemui banyumasnews.com di rumahnya di Jalan Pucung Rumbak Gang Kalvari No 51 (belakang Kelurahan Bancar), Purbalingga, Kamis  (27/8) .
Agus menuturkan, sejauh ini sejumlah perangkat alat musik thek-thek telah ia buat, dengan pemasaran hingga ke Banjarnegara dan Tegal . Pemasaran utamanya di sekitar Purbalingga.

Beberapa sekolah yang membeli perangkat thek-thek buatan Agus ini, diantaranya SMPN Pagedongan Banjarnegara, SMPN 15 Kodya Tegal, SMPN 3 Bukateja Purbalingga, SDN Somawangi Mandiraja, Banjarnegara dan SMP Muhammadyah Mandiraja, Banjarnegara. Selain itu, dari pihak desa juga sudah ada yang membeli, yakni Desa Bojongsari dan Desa Bukateja, keduanya di wilayah Kabupaten Purbalingga . Bahkan, dua desa itu masing-masing membeli dua set sekaligus.

Khusus untuk pengadaan alat musik thek-thek di sekolah, ujar Agus, terkait pengembangan muatan lokal (mulok) maupun ekstra kurikuler di sekolah itu.

Agus menuturkan, bahan untuk membuat alat musik thek-thek yakni berupa bambu wulung. Bambu itu ia datangkan khusus dari Kecamatan Kejobong. Dipilihnya bambu wulung, karena jenis bambu itu mudah dilaras, dibanding bambu jenis lainnya.

“Bambu wulung yang bak untuk bahan thek-thek, yakni usia tua yang ditandai warna garis pada batang sudah menguning. Biasanya, kami beli lonjoran,” ujar Agus.
Proses pembuatannya, lanjut Agus, setelah bambu lonjoran itu tiba di rumahnya, diangin-anginkan selama kurang lebih 2 minggu. Tujuannya, untuk menghilangkan kadar airnya. Setelah mengering, baru dipotong-potong untuk digarap menjadi kenthongan. Tiap kenthong, butuh 2 ruas. Alat-alat yang dibutuhkan untuk ini, yakni tatah, lading/pisau dan bor.

“Pemotongan ruas ini harus pas, agar menghasilkan resonansi yang maksimal. Untuk mengetes nada, kami gunakan organ,” timpal Yustus Wijayadi, kakak Agus.

Untuk menghasilkan seperangkat alat musik thek-thek, Agus dan Yustus butuh waktu sekitar tiga minggu. Seperangkat alat musik thek-thek itu, terdiri 21 kenthong, ditambah angklung, gambang, seruling, kendang, bass/bedug, tamborin, dan tripok (rangkaian ketipung).

Agus mematok harga seperangkat alat musik thek-thek sebesar Rp 3.000.000,-. “Dibanding buatan lain, thek-thek buatan kami dijamin harganya lebih murah dan kualitasnya terjamin. Dengan harga segitu, barang langsung kami antar ke tempat pembeli, ditambah bonus dari kami melatih empat kali gratis. Kami juga memberi jaminan garansi,” ujar Agus berpromosi.

Yang membanggakan Agus, alat musik thek-thek buatannya, sudah pernah tampil di Istana negara negara disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Waktu itu, dibawakan lagu-lagu aneka jenis, dari pop masa kini, campursari, dangdut dan lagu-lagu daerah.

Selain membuat alat musik thek-thek, Agus dan Yustus juga melayani reparasi alat musik itu.
Barangkali Anda tertarik dengan alat musik thek-thek buatan kakak beradik, Yustus dan Agus?. Bisa menghubungi di HP Nur Agustus 081327019460. (banyumasnews.com/pyt)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. sigit 12/04/2013 pukul 19:07 -

    pak agus….mantan guruku no 1 di SMANKE lanjutkan pak agus …….!
    saya akan menyusul perjuangan bapak….

  2. mazkit (kito) 31/03/2012 pukul 13:54 -

    pak Agus mantan guruku di smu,,, keren lah. lanjutkan pak

  3. mazkit 31/03/2012 pukul 13:52 -

    mantan guru ku di sma dlu,,,,, Pak Agus keren lah…

  4. Banyumas1 15/02/2011 pukul 20:55 -

    silahkan hubungi HP Nur Agustus 081327019460. terima kasih

  5. wisnu 15/02/2011 pukul 20:40 -

    om minta no hp nya….

    cp tau kita mau pesen…

  6. debrita devi 01/10/2009 pukul 10:40 -

    hebat banget om//
    teruskan kreatifnya..tp koq skr dah ga maen thek2 lagi

  7. akwam w 12/09/2009 pukul 22:40 -

    saya sebagai alumnus sma n 1 “boledan” kejobong merasa bangga dgn pk agus
    chayooo…

  8. Rhine 29/08/2009 pukul 12:07 -

    Seorang guru yang kreatif, patut digugu dan ditiru daripada guru-2 yang ‘nyambi’ jualan buku tapi dengan ‘memaksa’ muridnya. Sekaligus bernilai budaya untuk kemajuan Banyumas. Salut! Lanjutkan!

Leave A Response