Puisi Badrudin Emce Kroya

Badrudin Emce

Pria asal Kroya Cilacap ini gemar menulis puisi pendek pendek. Bahasanya lugas dengan memanfaatkan metafor benda benda. Penempatan diksi yang taktis membuat puisi ini unik. Badrudin mengirim dua puisi pendek ke redaksi banyumasnews.com, dengan harapan antologi yang memuat puisi tersebut bisa dibeli pembaca. Pria yang bekerja sebagai PNS di Dinas Pariwisata Cilacap ini puisinya tersebar di media cetak lokal dan nasional. Badrudin ini pula badrudin emce2 salah satu penyair yang suntuk membangkitkan kegiatan sastra di wilayah Banyumas.
PUISI INI

Hebatnya puisi ini apa? Saat dicipta dikau tidak berada.

Hebatnya lagi apa? Sepasang tangan surga memelukku

dari belakang.

Tonjolan lunak suci ini, siapa berani menambah

tanda baca? Lebih-lebih kata.

Kroya, 2003

SIKLUS HUJAN

Hujan. Hujan terus hatiku, membasahi senyummu.

Sendu. Sendu hujanmu, mengguyur hatiku.

Kroya, 2004

Pesan Badrudin:

Kedua puisi di atas termuat dalam antologi “Binatang Suci Teluk Penyu” (Olongia, Maret 2007).Harga per eksemplar dari saya Rp 10.000,- Harga toko Rp 16.500,- Pilih mana? Hehe.. edan malah bisnis! Trimakasih untuk banyumasnews.com yang mau menampung dunia sastra kami..

4 Comments

  1. Puisinya kok pendek-2 banget yah…. kayak lagi bergumam. Tapi asyik sih…

  2. Kedua puisi Badruddin Emce di atas, menurut sy menggambarkan hati yang gandrung. Dadanya penuh nafas kangen tak karuan. Kacian dekh luu 🙁

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.