Ripangi, korban PHK yang sukses bisnis knalpot

Ditulis 27 Agu 2009 - 18:01 oleh Banyumas1

SIAPA menduga kejatuhan seseorang dalam pekerjaan justru berbuah semangat untuk bangkit dan sukses membangun sebuah usaha. Itulah yang dialami Ripangi (58) warga RT 04/I Kelurahan kembaran Kulon, Purbalingga. Status korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang disandangnya disaat empat anaknya membutuhkan biaya besar tahun 2000 justru memacu otaknya untuk terus berputar.

“Saya pasrah dan bingung ketika perusahaan tempat saya bekerja bangkrut. Ketika itu pesangon yang saya terima tidak begitu banyak. Hanya tersisa Rp 1,3 juta setelah dikurangi untuk membayar hutang,” aku Ripangi yang semula bekerja sebagai tenaga Satpam di PT Nata De Coco Purbalingga.

Ketika perusahaan bangkrut, Ripangi mengaku tidak punya rencana apa-apa. Yang ada dibenaknya, harus tetap bekerja menghidup istri dan anak-anaknya. “Umur saya ketika itu sudah menginjak 50 tahun. Saya berpikir tidak mungkin untuk bisa mencari pekerjaan yang lebih layak. Pengalaman dan pendidikan yang terbatas membuat saya nyaris putus asa,” kata Ripangi yang ditemui Banyumasnews.com di tempat usahanya, Kamis (27/8).

Dengan semangat yang gigih, Ripangi memulai usaha jual belu drum bekas untuk bahan baku knalpot. Sedikit demi sedikit, usahanya mulai lancar. Dengan memanfaatkan rumah dan tanahnya seluas 12 ubin atau sekitar 168 meter, Ripangi membeli drum bekas dari luar kota dan menampungnya. Barang-barang itu kemudian dipasok untuk memenuhi kebutuhan perajin knalpot yang banyak bertebaran di kampung Kembaran Kulon dan tetangga kampungnya seperti Brubahan, Purwodadi dan Pesayangan. Usaha knalpot semakin sukses ketika tahun 2000.

“Saat itu, pesanan bahan baku drum bekas dan drum galvanis lumayan pesat. Namun saya tidak berani untuk meminjam uang dari bank atau lembaga keuangan lainnya untuk memperbanyak modal. Saya hanya menjalankan modal yang mulai bertambah sedikit semi sedikit,” kata Ripangin yang didampingi salah seorang anaknya Aris Triyantono.

Dua tahun kemudian, atau sekitar tahun 2004, Ripangi memperluas usahanya dengan membuat knalpot sendiri. Tiga dari empat anak-anaknya ikut bergulat dengan drum bekas dan knalpot. Sementara seorang anak lainnya, lebih menyukai membuka usaha bengkel mobil. Dengan semangat dan dukungan keluarga pula, Ripangi semakin tekun memproduksi knalpot. Berbagai jenis knalpot mobil, motor dibuatnya untuk memenuhi pesanan.

Dibawah bendera Usaha Dagang (UD) ’Barokah Knalpot’ Ripangi kini mampu mengembangkan bisnis knalpot. Jual beli drum bekas pun mulai ditinggalkan. Ripangi fokus pada pembuatan knalpot. Dengan jaringan bisnis yang telah dibangunnya, Ripangi dengan mudah mendapat pasokan bahan baku. Untuk bahan baku berupa drum bekas dan drum galvanis didatangkan dar Jakarta, dan Semarang. Edang untuk bahan baku stainles steel didatangkan dari Surabaya. Harga satu drum bekas galvanis Rp 150 ribu, sedang drum biasa hanya Rp 70 ribu per buah. Sementara harga plat stainles Rp 26.500 per kilogramnya. ”Bahan baku ada yang memasok sendiri. Jadi kami tinggal mengolah saja disini,” kata Ripangi.

Sementara produk knalpotnya hampir sebagian besar dikirim ke luar kota. Ripangin rutin dalam satu bulan mengirim ke Surabaya sekitar 4.000 ribu knalpot. Sedang sekitar 3.000 knalpot lainnya untuk memenuhi pasaran Jakarta, Yogyakarta dan Solo. Dari produksi rata-rata 7.000 knalpot itu, sebanyak 2.000 buah diantara berupa knalpot berbahan baku stainless. “Kiriman rutin dan terbesar kami ke Surabaya. Setiap dua minggu sekali kami harus mengirim 2.000 knalpot berbagai macam baik mobil maupun motor,” kata Ripangi.

Ketika ditanya omzet, Ripangi memperkirakan antara Rp 300 juta hingga Rp 500 juta per bulan. Dengan jumlah anak buah sebanyak 56 orang, Ripangi juga harus mengembangkan lahan usahanya. Ketika awal usahanya hanya dengan dua karyawan yang ditampung di rumahnya, kini Ripangi mampu membeli lahan disekitar tempat tinggal untuk tempat usaha dan penampungan drum bekas. “Saya memang sedikit demi sedikit membeli tanah untuk usaha. Saat ini sekitar sudah ada 150 ubin atau 2.100 meter persegi tanah untuk usaha saya,” tutur Ripangi.

Ketika ditanya soal hambatan, Ripangi mengaku semuanya sudah bisa teratasi. Persoalan permodalan pihaknya pernah dibantu pinjaman lunak oleh Pemkab Purbalingga  sebesar Rp 10 juta. Juga bantuan peralatan kerja. Dukungan modal lainnya datang dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Dibalik sukses usahanya, Ripangi ternyata punya cita-cita mengurangi pengangguran. Ripangi menyatakan siap menampung anak-anak pengangguran dan bekas nara pidana yang bingun mencari pekerjaan. “Ada beberapa mantan napi yang bekerja ditempat saya. Ternyata mereka tekun bekerja dan menyatakan kapok berbuat kriminal lagi. Saya juga siap menampung anak-anak pengangguran untuk bekerja disini. Yang penting mereka punya semangat bekerja,” kata Ripangi.

Kepada karyawannya, Ripangi juga mengembangkan hubungan kekeluargaan. Ia tidak pernah memarahi anak buahnya jika salah. Semua melalui pembinaan yang santun. Ripangi juga menerapkan sistem kerja yang saling membutuhkan antara pekerja dan dirinya. “Saya membutuhkan mereka para pekerja, dan pekerja juga membutuhkan saya. Makanya saya selalau menganggap mereka seperti keluarga sendiri,” tutur Ripangi.(banyumasnews.com/pyt)tumpukan drum bahan baku knalpotRipangi dan knalpot siap jualproses knalpot3

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. endi 20/02/2012 pukul 18:08 -

    jika anda tertarik untuk memesan knalpot kepada kami,
    silhakan kontak ke nomer: 081804874412. endi (putra bapak ripangi).

  2. mamat 13/01/2012 pukul 20:27 -

    pak sy mau ta.a.
    apa bpk tau dimn kira2 pusat penjualan bhn2 knalpot yg termurah kami dr knalpot yg ada di kaltim.

  3. hidayat 07/11/2010 pukul 08:27 -

    Yth.Bpk Ripangi.
    Salam kenal sebelumnya Pak Saya Hidayat dr Riau tepatnya Pekanbaru, saya tertarik utk membeli knalpot dr Bapak tolong berikan harga terbaik & bantu juga saya bagaimana tata cara pembuatan Knalpot… Terima kasih sebelumnya

  4. yadi 05/05/2010 pukul 12:12 -

    Saya mempunyai bengkel knalpot di makassar.. dan saya tertarik untuk membeli knalpot dari Bapak ( supplier saya).. Moho informasi secepatnya.. ( harga tiap knalpot). Terima Kasih atas kerjasamanya…

  5. isar 19/03/2010 pukul 16:05 -

    salut..!!ternyata sukses tidak tergantung di mana& apa pekerjaan kita
    kemaun&kerja keras jawabanya..!!anda adalah motivator..
    tlg kasi petunjuk saya cara pembuatan knalpot…!!insya ALLAH berguna buat
    saya&klg…Amin..SUKSES BUAT PAK RIPANGI

  6. Raden Pucuk Pinus 27/08/2009 pukul 18:25 -

    Sungguh inspiratif…i like it….jadi makin memotivasi saya untuk mampu mebuka lapanagan kerja didaerah sendiri.amin…

Leave A Response