Terlantar, pabrik Gula Kalibagor terancam ambruk

Ditulis 24 Agu 2009 - 19:36 oleh Banyumas1

pabrik gula4pabrik gula kalibagorpabrik gula kalibagor2AKIBAT terus merugi dan tidak adanya stok bahan baku berupa tanaman tebu untuk digiling menjadi gula, Pabrik Gula Kalibagor akhirnya ditutup oleh Pemkab Banyumas pada tahun 1997 lalu. Kini bangunan tersebut menjadi saksi perkembangan wilayah Banyumas . Pabrik bernilai sejarah dan ekonomi ini terbengkelai dan tinggal menungu detik-detik keruntuhannya.

Pemerintah Banyumas sendiri nampaknya tidak tertarik untuk mengusuri pabrik bernilai sejarah tersebut. Akibatnya, selain mubadzir, gedung yang mangkrak dan menjadi pemandangan setiap orang yang melintas itu seolah menjadi barang rongsokan. Ini mengindikasikan, rendahnya pemerintah dan merespon aset aset berhaega di kabupaten ini.

Pengamatan banyumasnews.com atap pabrik yang terbuat dari seng sudah berkarat, keropos dan berlobang, tembok tembok mulai ditumbuhi lumut, ilalang tumbuh subur di sekitar pabrik, sama sekali tidak terlihat ada upaya untuk menyelamatkan bangunan yang dibangun oleh Van De Cook tahun 1838 tersebut.

Seorang penjaga yang ditemui banyumasnews.com, Senin (24/8) mengatakan bila Pabrik Gula Kalibagor melakukan giling terakhir tahun 1996, dan benar-benar ditutup tahun 1997. euphoria reformasi menurut pria yang tidak bersedia disebutkan namanya tersebut juga berimbas pada penjarahan sejumlah aset milik pabrik.

“Semua dijarah, mulai dari kayu hingga besi yang ada di pabrik, penjarahan juga merambah ke perumahan karyawan yang ada di bagian barat, saat ini yang tersisa hanya kerangka bangunannya saja,” jelas lelaki asal Sokaraja tersebut.

Dia mengaku sama sekali tidak mengetahui siapa pemilik pasti PG Kalibagor, setiap bulan gajinya hanya dikirim oleh seseorang, bahkan dia juga belum mendengar adanya kabar bangunan PG Kalibagor akan dirobohkan.

“Sebenarnya sayang mas jika dibiarkan saja seperti ini, coba jika dikembangkan sebagai area wisata seperti yang ada di Solo maupun Karanganyar tentu akan lebih bermanfaat, kondisi di dalam kosong, hanya tersisa bangunan, kalau mesin sudah dipindah ke pabrik lain yang masih memroduksi gula” ujarnya.

Berhubung hari itu hanya dia seorang yang menjaga,  tidak memperkenankan mengambil gambar PG Kalibagor secara keseluruhan, hanya bagian luar serta perumahan karyawan yang bisa terdokumentasikan.

Beberapa bagian yang masih bisa terselamatkan dari area PG Kalibagor hanyalah Masjid Istiqomah dan gedung di selatan masjid yang sekarang digunakan sebagai kantor Polsek Kalibagor.

“Total penjaga di sini ada tiga orang, dengan pola jaga bergantian, masing masing penjaga dua hari dua malam, total area yang harus kami jaga kurang lebih mencapai 13 hektar,” jelasnya.

Sangat disayangkan seandainya salah satubangunan yang ber potensi menjadi wisata sejarah di wilayah Banyumas tersebut akhirnya roboh.  (banyumasnews.com/lin)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. wawan 23/08/2013 pukul 00:48 -

    sayang sekali seandainya pemda banyumas mau meliriknya untuk di jadikan obyek wisata secara langsung membantu masyarakt sekitar untuk dpt penghasilan..

  2. momor 01/11/2012 pukul 12:10 -

    saya yang baru minggu kemarin lewat di depan pabrik gula kalibgaor, kondisinya sangat menyeramkan. saya berasal dari tangerang. mudah2an pemkot banyumas menyelamatkan aset sejarah masa lalu.

  3. mulyono genting klb 19/09/2012 pukul 15:33 -

    waduh.. aku sebagai anak desa tak akan terlupakan Masa lalu, kalau lagi musim giling, teman dari genting, jatisari, karang gondang akan kumpul dekat gedung jenderalan untuk nunggu kereta yang akan dilangsir . wahai pejabat Penda tolong…berbuatlah yang terbaik jangan dilupakan nilai sejarah , Pak lurah , pak Camat juga jangan berdiam diri , jangan urus diri sendiri saja ,

  4. silvya indah savitri 11/05/2012 pukul 17:00 -

    Benar-benar sangat di sayangkan,bangunan bersejarah di biarkan hingga hampir ambruk. Eks pabrik itu sbenernya masih bisa di manfaatkan untuk hal” yg lebih bermanfaat dr pada hanya di pajang mubadzir hingga hampir ambruk. Kapan ada perubahan banyumas????????

  5. hendro 17/03/2012 pukul 12:57 -

    jan aku dadi wong kalibagor nlangsa bgt ndeleng pabrik tebu dadi kaya kuburan setan

  6. EKO SUPRIAJI 23/03/2011 pukul 14:24 -

    aku beserta keluarga besarku, dibesarkan di salah satu perumahan PG kalibagor, hingga saat ini aku masih terkenang akan masa-masa indah di PG Kalibagor, bagaimana saat pesta giling “partaian” dirayakan, dan saat-saat mengikuti kegiatan Pramuka beserta teman-teman yang lain, sungguh jauh berbeda kondisinya dengan saat ini, kepada siapapun yang berwenang terutama kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas, mbok yao daripada ditelantarkan PG Kalibagor yang sekarang dijadikan asset wisata (Museum Gula, atau apalah) untuk mendorong kemajuan Banyumas pada umumnya, lebih kalau melihat lokasinya di sebelah utara ada wisata kuliner “Sokaraja” disebelah selatan ada wisata religi “Gua Maria”, wisata alam “Buper Kendalisada”, wisata budaya “Museum Wayang” dll. peluangnya akanlah sangat terbuka lebar, tolong PG Kalibagor tercinta untuk diselamatkan …. !

  7. Ratim Wahyudin 14/10/2010 pukul 10:06 -

    wis akeh sing komentar, sing jelas kpn ana pemimpin bms sing bs mengelola aset2 sing bernilai dan mengelola sda, sdm banyumas supaya bisa tambah maju ya

  8. keluarga besar hendro 08/10/2010 pukul 11:09 -

    aduh kasihan sekali nasibmu … padahal kami berlima saudara dilahirkan dirumah kalibagor seperti yang terlihat digambar diatas.
    kami semua tidak mungkin bisa melupakan dimana kami berlima dilahirkan dan dibesarkan dirumah tersebut,karena pertama kali orang tua kami menikah disanalah rumah kami yang pertama …..kami tidak mungkin melupakan tanah dan rumah dimana kami semua dilahirkan dan dibesarkan…setiap tahun jika kami berlima pulang ke kota purwokerto, pasti kami sempatkan untuk mengunjungi rumah kalibagor walaupu sekarang tinggal sisa-sisa bangunan aja yang nampak, alangkah sayangnya tanah dan rumah kami dilahirkan menjadi terlantar seperti ini, wahai pak bupati yang terhormat tolong dong perhatikan tanah kelahiran dan bangunan-bangunan yang ada disekitar pabrik gula kalibagor sehingga bisa menjadi obyek wisata yang bisa menambah penghasilan daerah dan masyarakat sekitar…pak bupati dan staff bisa melakukan kunjungan di pabrik gula gondang winangun di daerah klaten sebagai bahan perbadingan bagaimana mengelola aset sejarah dengan baik

  9. wage 15/04/2010 pukul 14:21 -

    Kepriwe Bos………! jan ora isin karo kabupaten Tetangga, lha wong neng kabupaten tetangga ana bendungan cilik ben bisa disulap dadi sarana obyek wisata, neng kene sing genah-genahe amba yaiku Bendungan gerak Serayu, jan wiwit biyen ngasi siki ejeg baen…..mbok ya dipermak sing menarik dadi Obyek wisata apa kepriwe ,sing genahe nguripi wong banyumas….sing diurusi kur alun-alun baen………….lah paling kur satu periode baen lah nggone “menjabat”,

  10. wisnu 13/04/2010 pukul 22:35 -

    kalo jadi museum beneran, aku mau nyumbang foto2 PG Kalibagor zaman Belanda aja.

  11. heni budi 05/02/2010 pukul 16:22 -

    satu kata : “sangat disayangkan ” bangunan warisan sejarah ditelantarkan begitu saja, klo ingat sedih karena rumahku sebelah persis tembok pabrik gula jadi tahu gimana jaman dulu dan sekarang, jauh berbeda…, sepertinya sudah waktunya jajaran pemda kab banyumas , urun rembug mau diapakan itu Eks Pabrik gula, supaya roda perekonomian mulai tumbuh untuk kesejahteraan masyarakatnya sekitarnya…, kalo melihat waktu pagi mungkin “sedikit indah”…giliran senja dateng…wow gelap,..serem……

  12. Damar P. 29/11/2009 pukul 22:28 -

    priwe pak Mardjoko? ringine arep dibedul? rika wong jawa dudu? mbok bisa rumangsa lah!!, aku ora arep milih rika maning lah, KAPOKKKKKK!, ora maen, ora becus, ora nggenah, ora lucu!!!, aku arep pindah jogja bae kr p teguh. puas kaki mardjoko?????

  13. SUGENG 07/11/2009 pukul 13:33 -

    KEPADA YTH PAK BUPATI MARDJOKO,

    MOHON DENGAN SANGAT PERHATIANNYA TERHADAP SALAH SATU ASET SEJARAH DI BANYUMAS INI, JADIKAN APA YANG SUDAH ADA MENJADI LEBIH BERMAKNA BUAT KEMAJUAN BANYUMAS.
    JADIKAN PABRIK GULA KALIBAGOR SEBAGAI MUSEUM PABRIK GULA ATAU BISA JUGA DIKELOLA MENJADI LAHAN HUTAN KOTA, BIAR BANYUMAS MENJADI LEBIH HIJAU DAN SEHAT.
    TERIMA KASIH.

  14. sariman 03/11/2009 pukul 23:09 -

    Sangat sedih sekali ada bangunan bersejarah kok terbengkalai. tolong rawat donk pak bupati….ingat donk kita dibesarkan oleh sejarah…. trima kasih.

  15. mas bagong 02/11/2009 pukul 18:39 -

    Reporter banyumasnews.com dengan inisial (lin) kok nggak pernah motret dan nulis lagi. Padahal pengen belajar nulis dan mengupas dunia fotografi dengan dia, kalau boleh tahu nomer hp-nya berapa, terimakasih sebelumnya.

    Banyumas emang nggak punya sejarawan ya? kok bangunan bersejarah seperti itu dibiarkan mau roboh dan tidak terurus

  16. didid 01/11/2009 pukul 23:33 -

    hhhmmm……gw sedih bgt
    selama 8 tahun gw tinggal disitu
    ada foto2 perumahannya gak?? pasti juga udah ancur yaaaaaaa

  17. eric serayu 10/10/2009 pukul 12:19 -

    sangat memprihatinkan,,,,
    disaat gencar2 nya pemerintah menyelamatkan aset sejarah,,,
    di banyumas malah mau merobohkan,,,atau membirakan saksi sejarah betapa hebatnya ekonomi banyumas,,,,kala itu
    inget,,,banyumas adalah kota kadipaten tua,,yang maju,,dabn penuh sejarah,,
    tempat lahirnya putra terbaik bangsa,,,,,SOEDIRMAN!!!
    malu donk bila situs sejarah hilang dari bumi banyumas,,,

    belanda mengakui banyumas adalah kota tua,,,,setara semarang/ batavia
    kapan kita warga banyumas mengakui,,menghargai n menjaganya/???

  18. s lamet priyanto 17/09/2009 pukul 11:34 -

    pemkab banyumas tidak peka terhadap bangunan bersejarah,tutup mata terhadap aset 2 warisan tempo dulu.

Leave A Response