Kades tolak kembalikan insentif PBB

Ditulis 24 Agu 2009 - 18:47 oleh Banyumas1

BANYUMAS- Kebijakan Pemkab Banyumas menuai protes. Sejumlah kades di Banyumas mengancam tidak akan mengembalikan uang insentif  Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2005-2006. Menurut mereka, para kades telah menjadi korban kebijakan Pemda atau pejabat yang membuat kebijakan tersebut.

Dalam rangka membantu pemerintah selama ini, aparat desa sudah berusaha mensukseskan pelunasan PBB baik sebelum jatuh tempo maupun sesuai jadwal . Semestinya jika kebijakan yang salah, yang bertanggungjawab Pemda bukan desa, karena mereka yang membat kebijakan.

Kades Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang  MH Sutrisno menambahkan, desa hanyalah petugas penarik pajak di lapangan yang mendapat insentif dari Pemda. Jadi desa tidak tahu apa-apa dan tidak sewajarnya mengembalikan insentif PBB.”Waktu itu kami diberi insentif bukan meminta insentif, jadi kenapa kami harus mengembalikan?,” katanya.       

” Padahal untuk mendongkrak target pelunasan pajak, desa sudah berusaha maksimal dan memberikan insentif kepada petugas lain yang ditugaskan oleh desa.Kami juga memberikan insentif kepada petugas lain dengan modal sendiri (dana desa). Jadi kalau kami diminta mengembalikan insentif apakah pemerintah juga mau mengembalikan dana pribadi yang dikeluarkan dari desa,” ujar Sutrisno kepada wartawan Senin (24/08) .

Sebagian besar uang insentif yang diterimakan untuk desa itu tidak semata-mata digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan sudah digunakan untuk operasional, pembelian hadiah PBB,  keperluan pemerintahan desa, dan masih banyak yang lain sesuai kebutuhan berdasarkan musyawarah desa. 

Mereka setuju jika insentif PBB dikembalikan kepada kas daerah, tetapi bagi pejabat yang tidak berhak menerimanya. Sedangkan aparat desa, sudah sepantasnya untuk mendapatkan insentif tersebut, sebab desa merupakan ujung tombak di masyarakat. 

Ditempat terpisah   Kades Kracak, Kecamatan Ajibarang Amir Atmaja menambahkan, uang itu pun untuk rangsangan kepada warga supaya mereka sadar pajak. Biasanya desa menggelar pemberian doorprize bagi warga yang cepat lunas warga.  Sehingga jika uang insentif dikembalikan lagi itu sudah salah karena tak beralasan (banyumasnews.com/n-1)

Tentang Penulis

Leave A Response