55 ribu KK di Purbalingga kesulitan air bersih

PURBALINGGA- Memasuki musim kemarau, warga yang tinggal di lereng Gunung Slamet di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Pasalnya ,ereka tidak memiliki air cadangan dari air hujan yang disimpan dalam tandon bak penampung. Habisnya air dalam bak penampung air hujan karena sudah digunakan untuk keperluan memasak, mencuci dan mandi.

Padahal hampir setiap rumah di dukuh Bambangan tersebut memiliki bak penampung air hujan dengan besak bak bervariasi sesuai jumlah anggota keluarga.Salah satu warga Bambangan Sugeng Riyadi, Senin (24/8) menuturkan, warga setempat saat ini hanya bisa mengharapkan adanya droping air bersih yang dilakukan PDAM. Namun sampai hari ini droping air bersih belum menyentuh dukuh Bambangan.

“Warga setempat terpaksa harus mengambil air dari tuk Sikopiah yang berjarak lebih dari 4 km untuk mengambil air dengan jerigen. Guna mendapatkan air ini, warga harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 2000/jerigen untuk membayar angkutan,” ujarnya.

Sementara Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Titin Kusriati menuturkan, PDAM belum melakukan droping ke daerah Kutabawa karena dari data yang ada, belum ada permintaan droping dari desa setempat maupun dari pemerintah kecamatan. “Tahun lalu, PDAM sempat melakukan droping air bersih ke Bambangan Kutabawa dengan mengambil air dari wilayah Bobotsari, Karena untuk mengambil dari tuk Sikopiah, kondisi jalan belum memungkinkan,” terangnya.

Ditambahkan, selama ini PDAM selalu memenuhi permintaan air bersih dari warga masyarakat yang diusulkan oleh pemerintah desa melalui pemerintah kecamatan. Namun menurutnya karena keterbatasan, pihaknya  hanya bisa melakukan droping air  sekali dalam seminggu ke satu desa.

Pada Jum’at (21/8) lalu pihaknya melakukan droping air  di Desa Wirasaba, Kecamatan  Bukateja dan Desa Tegalpingen Kecamatan  Pengadegan. “Di Wirasaba air didrop untuk  Kadus 1,2 dan 3 yang jumlah Kepala Keluarga (KK)nya mencapai  747 atau sekitar  1800 jiwa,” terangnya.

Dibandingkan kadus lain di Wirasaba, menurutnya kadus tersebut mengalami kesulitan air selama musim kemarau. Biasanya warga memanfaatkan air di Sungai Serayu untuk memenuhi kebutuhannya. Namun memasuki kemarau aliran air di sungai tersebut menyusut.

Dia mengungkapkan kemungkinan jumlah desa yang akan meminta droping air akan semakin bertambah. Apalagi diperkirakan musim kemarau masih akan panjang. Pihaknya meminta agar pemerintah desa yang warganya mengalami kesulitan air bisa mengirimkan surat permohonan bantuan air bersih kepada PDAM. “Kami akan memberikan pelayanan dengan melakukan droping air bersih sesuai jadwal yang ada,” katanya.

Ditambahkan memasuki musim kemarau tahun ini, menurut data di PDAM terdapat 55.000 KK di  56 desa di 8 kecamatan di Puralingga yang mengalami kesulitan air bersih. Pihak PDAM saat ini memiliki dua armada truk untuk memberikan droping air kepada warga. “Armada tersebut setiap hari bergiliran mendatangi warga yang membutuhkan air bersih. Namun syaratnya harus mengajukan permohonan bantuan air bersih melalui surat kepada PDAM,” tambahnya. (banyumasnews.com/pyt)

droping air bersih pbgdroping air bersih pbg2

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*