Serayu memberi mereka kehidupan…

Ditulis 22 Agu 2009 - 20:24 oleh Sista BNC

Pasirnya terus dikeruk dan kini semakin menipis.

Pasirnya terus dikeruk dan kini semakin menipis.

Sungai Serayu merupakan salah satu sungai terpanjang di Jawa Tengah yang berhulu di dataran tinggi Dieng serta bermuara di Samudera Hindia. Sungai tersebut melintasi lima wilayah kabupaten yakni Wonosobo, Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas serta Cilacap.
Sudah sejak lama masyarakat di sekitar sungai menggantungkan hidup mereka dari pertanian maupun penambangan pasir maupun batu kali.
Penambangan pasir di Rawalo seperti yang terlihat di foto, dimulai sejak tahun1980 an dan mencapai puncak keemasannya pada 1995. Sejak tahun 1995 persediaan pasir di dasar sungai mulai menyusut.
Menurut pengakuan sejumlah penambang pasir kepada banyumasnews.com Sabtu (22/8), hasil yang diperoleh mereka tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan karena pasir satu rit yang mereka tambang berjam-jam dengan peralatan tradisional hanya dihargai Rp 160.000.
Pasir tersebut nantinya dikirim ke lokasi pesanan seperti ke daerah Karangpucung, Wangon, serta ke beberapa wilayah di eks Karesidenan Banyumas.
Tumpuan hidup
Meski Serayu sudah kurang memberikan pasir yang cukup karena terus-menerus digerus sepanjang jaman, dia tetaplah tumpuan hidup masyarakat di sepanjang alirannya.
Dia menjadi tumpuan hidup sejumlah peternak bebek yang biasa mencari keong di lahan tepi sungai yang terbentuk dari endapan Lumpur. Dengan perolehan sekitar sekarung beras sekali mengambil, mereka bisa menghemat pengeluaran untuk membeli pakan konsntrat selama dua hari.
Seorang peternak bebek asal Bojong, Karsum, mengatakan sejak pukul 09.00 WIB baru berhasil mengumpulkan satu ember kecil keong. Dan itu hanya cukup untuk memberi makan 25 ekor bebek peliharannya hingga besok siang.
“Sekarang mencari keong di area ini semakin susah, karena terlalu sering ditangkap, apalagi jika datangnya terlalu siang. Yang didapat paling banyak satu ember dan itu pun bertahan hanya hari ini dan besok pagi,” ujarnya.
Sungai Serayu juga menjadi berkah tersendiri bagi pembuat perahu. Dalam foto terlihat seorang pekerja tengah mengecek lunas atau kerangka perahu pesanan seseorang asal Sokawera. Dia bisa menyelesaiakan sebuah perahu dalam waktu sekitar satu bulan. (banyumasnews.com/lin)

Seperti sungai besar di mana saja, Serayu menjadi tumpuan hidup warga di sepanjang alirannya.

Seperti sungai besar di mana saja, Serayu menjadi tumpuan hidup warga di sepanjang alirannya.

Pengeruk pasir, menggantungkan hidup dari perut Serayu.

Pengeruk pasir, menggantungkan hidup dari perut Serayu.

Rejeki, mereka cari di sini.

Rejeki, mereka cari di sini.

Di rerumputan pinggir Serayu, mereka mengais keong untuk pakan ternak.

Di rerumputan pinggir Serayu, mereka mengais keong untuk pakan ternak.

Keong yang didapat mengurangi pengeluaran untuk membeli pakan bebek.

Keong yang didapat mengurangi pengeluaran untuk membeli pakan bebek.

Perahu, diperlukan sejak dulu hingga kini Serayu. Pembuatan per buah memakan waktu sekitar sebulan..

Perahu, diperlukan sejak dulu hingga kini Serayu. Pembuatan per buah memakan waktu sekitar sebulan..

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. kontreng 17/04/2010 pukul 14:43 -

    okelahkalo begitu, hidup serayu

  2. wiryo saputro 21/11/2009 pukul 08:23 -

    ditepinya sungai serayu waktu fajar menyingsing ……. ini lagu ciptaan sapa ya ? kangen dengerin lagu keroncong !

  3. moneya 03/10/2009 pukul 19:02 -

    saya suka gambar2 di atas.
    kebetulan saya tinggal di dekat serayu.
    saya suka sekali melewati jalanan sepanjang kali serayu dari arh rawalo.
    pemandangannya bagus sekali…suer…
    pegunungan yang di sebelahnya kali yang merupakan mata pencaharian penduduk selitar..cukuppotensial sebenarnya dan buat foto prewedding bagus loh…
    aku cinta menjadi bagian dari serayu…

Leave A Response