Buron teroris Bagus Budi ustad di Ponpes Kutasari

PURBALINGGA – Buronan teroris Bagus Budi Pranoto yang dilansir Mabes Polri, ternyata pernah menjadi pengajar di pondok pesantren (Ponpes) Nurul Huda Kutasari, Purbalingga (Jateng). Bagus Budi Pranoto alias Urwah warga Kudus diyakini mengenal dekat buronan teroris lainnya Husamudin yang pernah tinggal di Desa Karangreja, Kutasari, Purbalingga. Keduanya terlibat aksi pengeboman Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott. 

Pimpinan Ponpes Nurul Huda, Ali Mubarok mengakui jika Bagus Budi Pranoto pernah mengajar di pondok pesantren yang dipimpinnya. Namun hanya setengah tahun. ”Setelah itu kami tidak tahu menahu kegiatannya. Saya kaget saat melihat dirinya ditetapkan sebagai DPO (Daftar pencarian Orang) oleh Mabes Polri,” kata Ali Mubarok, Jum’at (21/8).
Disebutkan Ali, Bagus datang untuk mengajar Bahasa Arab di Ponpes tersebut sekitar tahun 1999. Namun, pihak ponpes merasa kurang cocok dengan sikap dan pembawaan bagus yang keras dan bertemperamental tinggi. “Bagus bahkan sering terlibat konflik dengan guru atau pengasuh lainnya. Karena itu kami tidak cocok dan mengeluarkannya secara halus dari Ponpes ini,” kata Ali.
Ketika mengajar di Ponpes itu, Bagus tak menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan atau menunjukkan keterlibatannya dengan jaringan teroris. Setelah mengetahui keterlibatan Bagus dalam jaringan terorisme, pihak Ponpes Nurul Huda memperketat pemantauan terhadap para tamunya. Hal ini ditempuh untuk mengantisipasi infiltrasi jaringan terorisme.
“Kami telah memperketat pemantauan terhadap tamu kami. Ponpes ini murni untuk pendidikan. Kami tidak tahu menahu tentang keterlibatan Bagus,” kata Ali Mubarok. (banyumasnews.com/pyt)

5 Comments

  1. Saya resah lagi…. isu teroris mencuat lagi. lagi-lagi pondok pesantren kena lagi. prihatin… mari kawan-kawan ikut meikirkan dengan langkah yang nyata.

  2. Saya pikir go aja kok… itu kan berita yang murni2 dan tambah informasi jg unt kita, maju terus bms news…kita di jkt update trs berita2 mu tiap hr lho….

  3. mohon bung daktur selektif dalam memuat komentar. Sebaiknya menjadi penentram semuanya kelahiran situs ini. Terima kasih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*