Modal Pemkab Purbalingga di BUMD mencapai Rp 50,9 miliar

HINGGA Juni 2009, modal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga di sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mencapai Rp 50.877.000.000. Paling banyak tertanam di Perusahaan Daerah Obyek Wisata Air Bojongsari (PD Owabong), yakni Rp 23.895.000.000.
Pemkab Purbalingga memiliki enam BUMD sektor keuangan dan tiga non sektor keuangan. BUMD sektor keuangan meliputi PD Purbalingga Ventura, PD Bank Kredit Kecamatan (BKK) Karangmoncol, PD BKK Kejobong, PT BPR Syariah Buana Mitra, Perwira, PD BPR Artha Perwira dan PD BPR BKK Purbalingga. “Sedang yang sektor non keuangan ada PDAM, PD Puspahastama, PD Owabong,” kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Purbalingga, Mukodam SPt.
Pada realisasi setoran pendapatan asli daerah (PAD), PD Owabong selalu menduduki peringkat teratas. Tahun 2006, obyek wisata andalan Purbalingga itu menyetor Rp 1,5 miliar. Setahun kemudian meningkat jadi Rp 1,6 miliar dan melonjak ke angka Rp 3,25 miliar. “Tahun ini Owabong ditarget menyetor PAD Rp 3,6 miliar,” ujar Mukodam.
Diungkapkan Mukodam, tiga perusahaan daerah (PD) di Purbalingga, masing-masing PD BPR BKK Purbalingga, PD BKK Karangmoncol dan PD BKK Kejobong, pada tahun 2008 tidak menyumbang PAD sama sekali. PD BPR BKK Purbaliangga yang merupakan hasil merger BPR BKK kecamatan bahkan sudah tidak lagi menyetor PAD sejak 2007 lalu.
Berdasar data yang ada diketahui, tahun 2007 PD BKK Kejobong menyumbang PAD Rp 91 juta. Tahun berikutnya menurun jadi Rp 47 juta, dan nol rupiah pada 2008. Sedang PD BKK Karangmoncol hanya menyumbang PAD Rp 32 juta dan Rp 22 juta pada 2006 dan 2007. Kemudian nol rupiah pada 2008.
Menurut Mukodam, pada 2006 hingga 2007, PD BPR BKK Purbalingga tengah menjalani proses merger (penggabungan) 11 BPR BKK kecamatan se Purbalingga.
Pada awal merger tahun 2006, neraca perusahaan itu menunjukkan rugi Rp 4,75 miliar. “Itu rugi dalam tanda petik. Karena pada saat yang sama, PD BPR BKK hasil merger itu harus mengalokasikan Rp 5 miliar untuk PPAP (Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif). Uangnya tetap di kas BPR BKK Purbalingga,” ujar Mukodam, sembari menyebutkan pada 2007 laba berjalan BUMD itu sudah mencapai Rp 3,87 miliar.
Bahkan untuk 2009, ketiga BKK itu ditarget menyetor PAD sebesar Rp 1,3 miliar. Lonjakan target PAD yang sangat terjal bukan berarti penekanan terhadap BUMD, khusus PD BKK Kejobong dan Karanmoncol. Target itu hanya semacam pemicu. Megenai hasil yang riil, nanti akan diaudit oleh kantor akuntan publik. (banyumasnews.com/pyt)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.