Bakar umbul-umbul tujuhbelasan, 15 warga diperiksa polisi

TEMANGGUNG – Sebanyak 15 warga Desa Petung, Kecamatan Bejen, Temanggung diamankan aparat kepolisian setempat. Mereka diduga melakukan pembakaran sekitar 59 kain umbul-umbul merah putih yang dipasang di jalanan desa. Meski demikian polisi belum menahan para pelaku.

Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Zari mengungkapkan, pembakaran umbul-umbul dan bendera merah putih terjadi pada Rabu malam (19/8) lalu. Berdasarkan keterangan warga yang letaknya berbatasan dengan Kabupaten Kendal menyebutkan jumlah kain yang dipasang di jalanan sebagai umbul-umbul sebanyak 59 lembar.

“Berdasarkan keterangan warga yang kami periksa, kain yang dibakar itu memang banyak yang berwarna merah putih. Namun ada juga yang berwarna lain, seperti hijau dan kuning,”ujar kata Kapolres, Jum’at (21/8).

Kapolres menambahkan, pihaknya belum mengetahui motif pembakaran kain merah-putih itu. Selain itu, pihaknya juga belum berani menyebut kain merah-putih yang dibakar itu sebagai bendera. Hal itu, menurut Kapolres untuk alasan menjaga kondusifitas daerahnya.
”Kami mendalami kasus ini, semuanya masih belum jelas, dan para saksi juga masih kami periksa intensif. Kami masih akan mengembangkan kasus ini,”tambahnya. (banyumasnews.com/pyt)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.