Sejumlah elemen masyarakat menolak wakil rakyat elitis, ekslusif dan korup

Ditulis 20 Agu 2009 - 15:36 oleh Sista BNC

demoBANYUMAS – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) daerah Purwokerto beserta sejumlah elemen seperti Gerakan Masyarakat Untuk Perubahan (Gempur), Front Relawan Demokrasi (Fredem) serta Jaringan Masyarakat Anti Korupsi (Jamak), Kamis (20/8) menggelar aksi penolakan terhadap wakil rakyat yang elitis, eksklusif dan korup.

Aksi yang berlangsung di sekitar alun-alun Purwokerto dan dijaga oleh sekitar 30 aparat keamanan gabungan dari Polres Banyumas dan Satpol PP tersebut berlangsung tertib, bahkan tidak ada ketegangan meski para demonstran sempat membakar kertas di tengah jalan.

Agung Mahdi, Sejen KAMMI daerah Purwokerto, usai berdemo kepada banyumasnews.com mengatakan  aksi tersebut sudah direncanakan, dan ditujukan sebagai shock therapy bagi anggota Dewan yang baru saja dilantik.

“Aksi ini bisa menjadi shock therapy bagi anggota Dewan yang baru agar mereka tidak sewenang-wenang dalam menggunakan jabatannya. Mereka juga harus mendengarkan suara rakyat, karena mulai sekarang rakyat tidak akan diam, terus mendengar dan melihat kinerja mereka,” ujar Agung.

demo1Sementara koordinator aksi, Riki Kurniawan, mengungkapkan jika wakil rakyat seharusnya orang-orang yang bersih dan amanah, bukan orang-orang yang korup dan cacat hukum.

“Belum lama ini kami mendengar salah satu anggota Dewan periode lalu terindikasi melakukan tindak pidana korupsi, dan ternyata juga akan dilantik untuk periode ke depan, bukankah ini berarti kita telah memebiarkan seorang tersangka korupsi untuk menjadi wakil rakyat,” kata Riki kepada seluruh demonstran.

Riki juga menyikapi fenomena calon anggota DPRD Banyumas yang harus melalui proses karantina di Hotel Dynasty yang menghabiskan dana hingga puluhan juta, sementara masih banyak masyarakat Banyumas yang sengsara, khususnya pedagang kaki lima yang terkena gusur dari lokasi berdagang mereka.