Pelantikan anggota DPRD Banyumas, diwarnai pengusiran wartawan

KETAT
Pemeriksaan dimulai sejak dari halaman Gedung Dewan

PURWOKERTO- Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah janji anggota DPRD Banyumas periode 2009-2014, yang berlangsung Kamis (20/8) sempat menuai protes sejumlah wartawan media cetak dan elektronik . Sejumlah wartawan mengatakan panitia terkesan tidak bersahabat. Sebab, tanpa alasan yang jelas, tidak mengizinkan sejumlah wartawan meliput kegiatan tersebut.

Padahal kegiatan wakil rakyat ini semestinya bisa disaksikan oleh rakyat banyak. “Jangankan saya yang rakyat jelata, Anda saja yang wartawan mau mendekat diusir,” ujar warga.

Beberapa wartawan yang datang sejak pukul 08.00 WIB atau satu jam sebelum acara dimulai, diusir oleh anggota Satpol PP. Wartawan juga diminta untuk menjauh dan tidak diperkenankan mengambil foto tamu undangan yang tengah diperiksa aparat keamanan.

“Bagi wartawan yang tidak memiliki undangan dipersilakan melapor ke bagian Humas dan diharap tidak berada dekat ke lokasi acara. Hanya 10 wartawan yang diperkenankan meliput karena sudah mendapat jatah undangan,” ungkap seorang anggota Satpol PP.

Beberapa wartawan senior yang kerap melakukan liputan di lingkungan Pemkab Banyumas pun sempat terpancing emosi, dan menemui Kepala Humas Agus Nur Hadie, untuk meminta penjelasan.

Saat menemui wartawan di ruang kerjanya, Agus Nur Hadie membenarkan jika hanya 10 wartawan yang mendapat undangan. Dia juga sempat bingung dengan sikap Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat.

“Tadi pagi saya diberitahu oleh sekretaris dewan jika beliau telah menitipkan undangan bagi 10 orang wartawan ke bagian Humas. Dalam kegiatan pengambilan sumpah dan rapat paripurna istimewa ini saya hanya selaku tamu undangan,” ujar Agus sembari meninggalkan wartawan.

Tepat pukul 09.00 WIB wartawan akhirnya dapat masuk meski harus diperiksa secara ketat oleh aparat kepolisian. Satu demi satu tas digeledah. Seusai melewati metal detector, wartawan juga masih harus diperiksa menggunakan body scanner oleh seorang anggota Brimob.

Setelah berhasil memasuki ruang pelantikan, lagi-lagi wartawan dikecewakan oleh panitia karena hanya dua orang yang diperkenankan mengambil foto pengambilan sumpah. Lainnya diminta keluar dari gedung, dan dipersilakan meminta foto dari petugas protokoler.

Acara yang dijadwalkan berlangsung tepat pukul 08.30 WIB itu pun mundur 35 menit. Wartawan sempat bernafas lega saat Ketua DPRD Banyumas periode 2004-2009, Suherman, mengatakan sidang paripurna istimewa tersebut terbuka untuk umum.

Tas para tamu undangan pun digeledah
Tas para tamu undangan pun digeledah

Ketatnya pengamanan juga dirasakan sejumlah tamu undangan. Ketika memasuki halaman kabupaten, mereka diwajibkan memperlihatkan undangan. Sejumlah perempuan mengeluh karena barang bawaan mereka sempat diacak-acak petugas. (banyumasnews.com/lin)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.