RSUD Kota Semarang simulasikan penanganan pasien flu babi

Sehubungan dengan persebaran swine influenza atau flu babi yang dapat menular dari babi ke manusia, RSUD Kota Semarang beberapa waktu lalu (28/4) mengadakan Simulasi Penanganan Pasien Flu Babi. Bertempat di RSUD Kota Semarang, para dokter, perawat dan petugas laboratorium dengan cekatan memberikan Pelayanan Gawat Darurat dengan segala perlengkapan serta prosedur penanganan flu babi yang berlaku.

Gejala swine flu pada manusia mirip dengan gejala virus influenza pada umumnya seperti demam, pegal, lemas, hilang nafsu makan, dan batuk. Beberapa pasien yang terkena virus ini juga mengeluhkan pilek, sakit tenggorokan, mual, muntah dan diare.

Selain persebaran virus dari babi ke manusia atau sebaliknya, secara sporadis virus ini juga dapat menyebar dari manusia ke manusia.

“Simulasi ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi dan mempersiapkan pelayanan tenaga medis dan paramedis RSUD Kota Semarang dalam menangani pasien suspect flu babi” ungkap Direktur RSUD Kota Semarang, Niken Widyah Hastuti.

WHO mengeluarkan pernyataan resmi (29/4) mengenai peningkatan status swine influenza pada fase 5 atau secara positif pandemi flu babi. Menurut Direktur Jenderal WHO ( WHO Director-General ) Dr. Margaret Chan, untuk pandemic virus flu babi ini harus diambil tindakan serius secara tepat karena kapasitasnya untuk menyebar secara cepat ke setiap negara di seluruh dunia. Dan setiap negara mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi pandemi flu babi ( swine flu ) ini ( semoga saja tidak mampir ke Indonesia wabah flu babi tersebut ).(tie/semarang.go.id))

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.