Babinsa diminta ikut tangkap teroris

SEMARANG – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Haryadi Soetanto memerintahkan kepada seluruh anggota TNI di jajarannya untuk langsung menangkap gembong teroris Nurdin M Top (NMT) jika mengetahuinya di lapangan. “Anggota TNI harus berani menangkap langsung seseorang yang dicurigai sebagai teroris. Kalau tahu itu teroris, tangkap. Kalau nggak berani, ajak teman. Jelas ya, Ini perintah!” tegas Pangdam kepada seluruh jajaran bintara pembina desa (Babinsa), Danramil, dan intel di jajaran Kodam IV/Diponegoro, Selasa (18/8).

Pangdam mengatakan, anggota TNI yang telah menerima foto-foto teroris segera disebar ke daerah. “Foto tolong diberikan, jangan sampai berpapasan di jalan, tidak tahu kalau itu Noordin M Top. Kenali wajah, dan tinggi badannya,” pinta pangdam.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Aspam KSAD Mayjen Hendardji Supandji mengatakan dengan memahami anatomi teroris, petugas di lapangan bisa melakukan diagnosa secara tajam. “Prajurit di lapangan harus mencatat dan evaluasi untuk dilaporkan ke pimpinan. Agar dapat melakukan prediksi secara tajam,” kata Hendardji.

Dikatan Hendardji, keberadaan desk anti teror milik TNI adalah untuk memprediksi ancaman terorisme di wilayah. “Babinsa kita harapkan menjadi early warning system dan bisa mengakses di wilayah desa,” kata Hendardji.

Hendardji mengungkapkan, pengerahan Babinsa di jajaran TNI dilakukan karena sekarang terorisme sudah jauh berkembang dan menjadi ancaman global. Namun semua itu akan dilakukan secara soft power yang teduh. “Kekerasan jangan dihadapi dengan kekerasan karena akan menimbulkan kekerasan baru. Kita lakukan deradikalisasi,” kata Hendardji. (Banyumasnews.com/py)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.