Clift Sangra tak kuat menduda

Ditulis 18 Agu 2009 - 07:00 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
599
Dalam Tag

celifMAGELANG – Mantan suami mendiang Suzanna Marth Frederika Van Osh atau yang lebih dikenal dengan panggilan Suzanna, Clift Andro Nathalia atau yang sering disapa Clift Sangra (43) tak kuat hidup menduda. Sejak ditinggal mati Suzzana 8 bulan lalu, Clift telah menemukan gadis yang mampu memikat hatinya.

Gadis itu, Nana Mahliana (20) kelahiran Banjarmasin yang kini menetap sebagai warga Kelurahan Cacaban, Kota Magelang. Jika pernikahan ini terjadi, ibarat sebuah roda yang berputar. Saat menikahi Suzzana, Clift baru berusia 20-an tahun, dan Suzzana ketika itu berusia 42-an tahun.
Rencana pernikahan Clift- Nana tersebut saat ini masih menunggu izin nikah yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Kota Magelang.

“Rencana pernikahan kami berdua tinggal menunggu proses izin menikah dari pengadilan yang hingga saat ini belum turun,”kata Clift Sangra di rumahnya di Jalan Kebondalem II nomor 1, RT II, RW III, Kelurahan Potrobangsan, Magelang, Kota Magelang, Senin ( 17/8).

Clift mengaku, perkenalannya dengan Nana Mahliana terjadi di suatu pesta perkawinan temannya di Magelang pada 18 Juli lalu. Dari pandangan pertama tersebut, rupanya gayung pun bersambutan. Secara tidak sengaja, satu minggu kemudian bertemu lagi dalam sebuah pesta perkawinan lagi. “Saat itu pula, hati saya tertarik untuk lebih dekat pada Nana,” tutur Clift.

Setelah pertemuan kedua itu, mereka berdua saling bertemu dan sepakat untuk membina keluarga dalam ikatan satu rumah tangga.
Perjalanan cinta Clift –Nana boleh dikatakan cukup kilat, karena sejak bertemu kali pertama 18 Juli, hanya selang 10 hari, atau tepatnya 28 Juli Clift melamar gadis idamannya. Dua hari setelah melamar, Clift pun langsung melakukan prosesi tunangan.

“Saya datang sendiri ke orang tua Nana di wilayah Kelurahan Cacaban untuk melamarnya,” ujarnya.

Bagi Clift, Nana dinilai cocok untuk dijadikan calon pendamping hidupnya, karena orangnya baik hati dan mau menerima apa adanya. “Ia mau menerima saya sebagai suaminya, meskipun saya seorang duda,” katanya.

Clift mengaku belum bisa memastikan kapan pernikahan tersebut akan dilaksanakan. Karena saat ini masih menunggu izin menikah yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Kota Magelang. ”Pokoknya, pernikahan kami akan dilaksanakan di tahun ini. Bisa setelah satu tahun meninggalnya Mbak Susi (panggilan akrab Suzanna –mantan istrinya yang meninggal 15 Oktober 2008 lalu, atau bisa sebelumnya,” katanya.

Sementara itu Nana Mahliana menyatakan, dirinya senang terhadap Clift Sangra karena orangnya baik, bisa ngemong. “Selain itu, Clift orangnya juga romantis,” tutur gadis kelahiran Banjarmasin. (banyumasnews.com/pyt)

.

Tentang Penulis

Leave A Response