Tirtaseta gelar lomba eskimo roll dan dayung

PURBALINGGA – Komunitas Kayak Tirtaseta memperingati HUT Kemerdekaan RI dengan caranya sendiri. Dengan melibatkan kayaker binaannya, Tirtaseta menggelar lomba Eskimo rolling dan dayung kayak arus deras.

12 peserta dewasa dan lima anak mengikuti lomba yang digelar di Sungai Klawing yang melintasi desa Galuh kecamatan Bojongsari Purbalingga, Minggu (16/8). Seperti layaknya kegiatan memperingati kemerdekaan, di tepi sungai Klawing itu juga dipasangi beberapa umbul-umbul berwarna merah putih. “Ini cara kami ikut berpartisipasi dalam merayakan HUT kemerdekaan RI,” tutur koordinator instruktur Tirtaseta, Puji Jaya, kepada Banyumasnews.com, Senin (17/8).

Peserta lomba kategori merupakan siswa SLA yang pernah mengikuti pelatihan kayak pada Sekolah Kayak Tirtaseta. Sedang peserta anak-anak seluruhnya warga desa Galuh.

Untuk peserta dewasa, materi lomba meliputi mendayung 100 meter dan eskimo roll (mengembalikan kayak yang terbalik ke posisi semula). Sedang untuk anak-anak, lombanya berupa mendayung sejauh 50 meter.

Lomba kategori dewasa dimenangkan oleh Mubarik, siswa SMK Negeri II Purbalingga (Mrebet). Mubarik mampu mendayung upstream (melawan arus) sepanjang 100 meter dalam waktu 3 menit 40 detik, dan 21 kali roll satu putaran penuh dalam 3 menit. Juara kedua, Anwar Sidik dari SMA Terbuka Kutasari. Mendayung upstream sepanjang 100 meter ditempuh dalam waktu , dengan waktu 4 menit 9 detik dan dan 11 kali roll dalam 3 menit. Tapi baru satu menit ia terpaksa melakukan wet exit (keluar dari kabin kayak). Disusul juara ketiga, Selamat Tinggal Prihatin, warga desa Galuh dengan waktu tempuh 3 menit 81 detik. Ia juga melakukan lima kali roll sebelum wet exit pada menit ke 31.

Untuk kategori anak-anak, juara I Muhammad Rizki (10), juara II Fendi (9) dan juara III Nalar (11). Semuanya warga desa Galuh. ”Khusus lomba eskimo roll, ini yang pertama kali di Indonesia,” ujar Puji Jaya.

Jumlah peserta yang hanya sedikit, menurut Puji, karena bibit-bibit kayaker yang dilatih Tirtaseta memang belum banyak. Dalam lomba yang pertama kali digelar itu, Tirtaseta tidak mengundang mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jawa yang sebelumnya sudah mengikuti pelatihan kayak arus deras di Purbalingga. ”Mungkin tahun depan pesertanya bisa lebih banyak lagi. Setelah Tirtaseta melatih siswa-siswa lainnya,” ujar Puji. (banyumasnews.com/pyt)

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.