Polisi periksa intensif warga Philipina

Ditulis 16 Agu 2009 - 19:34 oleh Banyumas1

pilipinaPURBALINGGA – Sebanyak 9 orang laki- laki yang diduga kuat berkewarganegaraan Philipina yang diamankan jajaran kepolisian Resort Purbalingga kini masih dalam pemeriksaan intensif. Warga yang baru semalam numpang di salah satu bangunan di belakang masjid Darussalam, RT 1 RW 13 Pagutan Kecamatan Bojongsari itu diciduk usai melakukan sholat.

Keterangan sejumlah warga menyebutkan, masyarakat mulai resah dengan keberadaan mereka yang kerap datang dan pergi serta mengadakan kegiatan semacam pengajian di masjid itu. Bahkan sejumlah warga mengatakan, mereka menganggap masjid adalah markas mereka.

“Baru semalam mereka menginap di salah satu bangunan belakang masjid. Sebenarnya warga mulai resah, karena saat ini sedang marak emberitaan di televisi terkait isu terorisme. Selang tidak lama polisi langsung menciduk mereka,” kata Teguh, warga setempat.

Teguh (45) juga mengatakan kesembilan orang itu berpakaian serba jubah dan jika mengadakan pengajian memakai penerjemah. Bahasa yang mereka pakai juga bahasa Inggris dan campur bahasa lainya yang tidak dpahami warga.

Sejumlah warga lainnya mengatakan, di masjid yang menjadi markas mereka sering kedatangan orang asing yang berjubah dan mirip dengan sembilan orang Philipina itu. Warga setempat selalu mengkaitkan dengan isu yang beredar sekarang yaitu berprasangka ada kaitannya dengan jaringan teroris.

“Terus terang kami mulai resah. Namun pihak wilayah yang ditempati mereka seakan membiarkan saja kegiatan mereka, para orang asing itu,” ujar Misno.

Ketua RT 1 RW 13, Rohman justru mengaku tidak tahu menahu sola penangkapan itu. Yang ada, kegiatan mereka hanya pengajian dan dilakukan seminggu sekali. Bahkan khotbah atau tausiyah yang disampaikannyapun hanya bersifat ajaran kebaikan dan tidak ada yang mengarah ke paham tertentu.

“Saya tidak mengetahui saat penangkapan. Namun mereja memang baru semalam tinggal disini. Mereka juga belum melapor kepada RT setempat,” kata Rohman.

Sementara itu Kapolres Banyumas AKBP Hari Prasojo,Minggu (16/08) mengatakan, mereka diperiksa polisi untuk mengetahui tujuan berada di Banyumas. “Jika memang mereka hanya seorang penyebar agama, ya tentu kami lepaskan,” ujar Kapolres (banyumasnews.com/pyt)

Tentang Penulis

Leave A Response