Bupati Banyumas Resmikan Pasaraya Matahari

Ditulis 14 Agu 2009 - 20:49 oleh Banyumas1

PURWOKERTO-RITA1RITABupati Banyumas Mardjoko,  Jumat (14/8) siang meresmikan Pasaraya Matahari yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman 558 Purwokerto, dalam sambutannya dia mengatakan dengan hadirnya pasaraya tersebut diharapkan mampu menumbuhkan iklim fair trade dan free trade.

Mardjoko menambahkan pembangunan Pasaraya Matahari sempat terkendala regulasi akibat Bupati Banyumas sebelumnya Aris Setiono salah menafsirkan peraturan menteri mengenai jarak antar bangunan yang harus bisa dilalui mobil pemadam kebakaran.

“Dalam peraturan disebutkan jarak antar bangunan harus tiga meter, setelah kami berkonsultasi dengan menteri pekerjaan umum, aturan tersebut diperuntukkan bagi gedung gedung perkantoran, dan saya menjamin bangunan ini tidak akan roboh dan tahan api jika terjadi kebakaran,” ungkap Mardjoko.

Pada kesempatan itu Mardjoko mengingatkan, sejak awal kepemilikan lahan masih atas nama Budi Hartono, pemilik Matahari Departemen Store, sehingga namanya pun masih diwajibkan menggunakan kata Matahari, hanya simbolnya tidak boleh sama.

“Meski masih menggunakan nama Matahari tetapi tidak boleh menggunakan simbol-simbol yang sama, dan itu sudah diatur dalam property right, diharapkan dengan hadirnya market ini dapat menciptakan iklim kompetisi perdagangan yang sehat, mampu menyerap tenaga kerja serta mempercepat laju perputaran uang,” harapnya.

Dia menuturkan pada periode Januari hingga Juli 2009 pendapatan Kabupaten Banyumas mencapai Rp 1.8 triliun atau Rp 300 miliar tiap bulannya, dan capaian tertinggi terjadi pada bulan April lalu dengan total pendapatan sebesar Rp 500 miliar.

Sementara salah seorang pemegang saham, Buntoro saat memberikan sambutan berharap kehadiran ritel baru tersebut mampu memicu pertumbuhan bisnis di wilayah Banyumas. Dia juga menjelaskan total karyawan yang terserap mencapai 400 orang.

Kegiatan grand opening tersebut juga diisi berbagai pertunjukan seni seperti calung Banyumasan dan Barongsai serta orkestra alat alat musik gesek tradisional dari negeri China. (banyumasnews.com/lin)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. indra 22/08/2009 pukul 09:42 -

    kekekekkkk… udah di jelaskan sama Mr Banyumas
    udu aku sing nulis bah..

  2. Mr Banyumas 22/08/2009 pukul 04:38 -

    Terima kasih masukannya.
    Meskipun pemiliknya adalah pemilik Rita, demikian pula dengan sebutan sehari-hari masyarakat Purwokerto, namun secara legal formal belum boleh menggunakan nama Rita, sesuai dengan perijinan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten.
    Nama “Matahari” juga tidak pernah diumumkan karena ketika peresmian hanya disebut Pasaraya Sudirman 558.
    Salam.

  3. abah 21/08/2009 pukul 17:57 -

    indra,… salah judul kue…
    kudune pasaraya RITA…

Leave A Response