Perkosa gadis, warga Purbalingga dituntut 15 tahun

Ditulis 13 Agu 2009 - 20:07 oleh Banyumas1

PURWOREJO – Seno Adi Nugroho (23) warga Desa Cipaku RT 01 RW 08 Kecamatan Mrebet Purbalingga dituntut 15 tahun penjara.oleh Jaksa Penuntut Umum Nilla Andriani SH Selain itu terdakwa juga dituntut membayar denda senilai Rp 60 juta subsider enam bulan penjara. Terdakwa dianggap melanggar pasal 81 ayat 2 jo pasal 80 ayat 2 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Purworejo yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Suhartono SH Kamis (13/8), terungkap, peristiwa perkosaan itu bermula ketika Seno mendatangi rumah korban sebut saja Bunga (16) warga Purworejo pada Minggu (15/3) pukul 15.00, dan mengajaknya pergi ke Purbalingga. Tentu saja korban menolaknya karena takut dimarahi oleh ayahnya. Karena ajakannya ditolak, Seno mengumpat Bunga bahwa hanya sebagai perempuan murahan.

Pada hari yang sama, sekitar pukul 19.00, Seno kembali mendatangi korban dan mengajaknya ke Purbalingga. Karena takut dikatakan perempuan murahan, akhirnya Bunga mau diajak ke rumah pamannya Seno, Slamet Supriyanto di Desa Binangun, Kecamatan Mrebet, Purbalingga.

Keduanya pun berangkat ke Purbalingga dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vega bernopol AA-2761-UC. Sesampai di rumah Slamet, Seno meminta izin untuk menginap. Seno bersama Bunga tidur sekamar dan memaksanya untuk berhubungan layaknya suami istri. Bunga pun menolaknya. Karena ditolak, Seno lalu keluar kamar dan ngobrol bersama pamannya, Slamet.

Sekitar pukul 24.00, Seno kembali masuk kamar dan tidur di sebelah korban. Namun sekitar pukul 04.00, Seno membangunkan korban sambil memeluknya. Lagi-lagi Seno memaksa untuk berhubungan intim. Kali ini disertai dengan ancaman, apabila tidak mau diajak berhubungan intim maka tidak akan diantar pulang tetapi akan dibawa ke Jakarta.

Karena takut dan bingung, akhirnya korban hanya bisa pasrah dan menangis. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, Seno kembali mengancam agar tidak memberitahukan kejadian tersebut kepada siapa pun.

Dari hasil visum et repertum Nomor 18/RM.9/RSPBK/III/09 tertanggal 24 Maret 2009 yang dibuat oleh dr Seto Trilaksono dari RS Palang Biru Kutoarjo, didapati selaput keperawanan korban telah robek (banyumasnews.com/n-1)

Tentang Penulis

Leave A Response