Saat Otak Orgasme, Puas Sudah Walau tak Mendengar atau Melihat Langsung…

Ditulis 20 Nov 2013 - 08:20 oleh Sista BNC

Kalau mendengar kata orgasme yang terbayang di benak kita adalah hal-hal yang berhubungan dengan seksualitas. Tapi tunggu dulu, apalagi kalau itu menyangkut istilah orgasme otak atau Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR). Orgasme yang ini merupakan fenomena yang dialami tubuh yang belum punya kepastian dalam dunia sains ataupun medis.

orgasme otakPeristiwa itu sering dideskripsikan dengan sensasi ‘kesemutan’ yang dirasakan tubuh. Jadi beda dengan bayangan kita, maka meski namanya orgasme namun ASMR tidak selalu berhubungan dengan hal-hal seksual.

Sederhananya, AMSR merupakan semacam sensasi mendengar suara atau melihat sesuatu yang menyiratkan perasaan aman dan nyaman. Misalnya mendengar suara pena yang bergesekan dengan kertas saat digunakan menulis. Atau suara garukan kuku-kuku tangan di permukaan meja dan suara bisikan.

ASMR sebenarnya tidak terbatas pada suara. Salah seorang peneliti ASMR, Jennifer Allen, mengatakan ASMR bisa terjadi hanya dengan aktivitas menyenangkan yang dilakukan seseorang sehari-hari. Setiap orang akan mengalami orgasme otak yang berbeda-beda, dengan penyebab yang berbeda pula. Misalnya ada yang karena mencukur rambut, melihat sekelompok orang menyusun Lego, hingga sesederhana melihat seseorang melipat handuk.

Ada pula yang mendapat orgasme otak berkat menonton iklan di televisi. Apapun penyebabnya, yang jelas ASMR terjadi karena gerakan ritmik yang tidak tajam atau ‘heboh’, tetapi cenderung tenang dan menenangkan.

“Awalnya saya menyadari sensasi ini saat masih kanak-kanak. Guru sejarah saya memiliki gaya berbicara yang khusus. Ia menyebutkan konsonan dengan suara ‘klik’ yang unik, jenis suaranya tenang dan lembut. Temponya lambat namun tegas. Saya sering terbuai, tapi nilai ujian sejarah saya justru selalu baik,” sebut Nicholas Tufnell kepada The Huffington Post, yang dilansir¬†Medical Daily, Selasa (19/11/2013), sebagaimana dikutip detik.com.

Penelitian klinis yang dilakukan ASMR Research Institute yang didirikan Jennifer Allen, berusaha mengeksplorasi bagaimana kerja bagian dalam otak untuk menjawab misteri orgasme otak ini. Kepala tim peneliti ASMR, Karissa Ann Burgess, menyatakan bahwa ASMR ternyata juga dialami makhluk primata selain manusia.

“Ada berbagai hormon yang terlibat dalam sensasi orgasme otak ini. Misalnya serotonin, hormon yang menimbulkan perasaan senang. Ada teori yang menarik juga, bahwa sensasi ini berhubungan dengan fenomena ikatan yang memproduksi hormon oksitosin. Hormon oksitosin adalah hormon ikatan itu,” papar Burgess.

Dr Steven Novella, seorang neurosain, mengatakan produksi hormon senang dan ikatan ini dialami oleh semua makhluk vertebrata (bertulang punggung), hanya saja respons yang dirasakan setiap makhluk atau setiap orang akan berbeda-beda. Ini yang menjadi alasan, mengapa sebagian orang mengalami ASMR karena sentuhan, ada pula yang karena melihat sesuatu, ataupun berbagai sensasi unik lainnya. Bahkan, imbuh Novella, ada yang bisa menganggap rasa sakit sebagai sensasi yang menyenangkan dan erotis.

“Yang kami butuh saat ini adalah MRI fungsional dan studi stimulasi magnetis transkranial untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi pada otak saat seseorang mengalami ASMR. Apakah otak mereka memang berbeda? Kami juga ingin tahu, apakah ini juga dialami orang yang sedang tidak merasakan ASMR. Ini hanyalah salah satu contoh, bagaimana otak kita begitu fantastis, kompleks, dan aneh,” pungkas Novella. (*)

Tentang Penulis

Leave A Response