Bom meledak di rumah warga Tonjong Brebes

Sebuah ledakan keras terjadi di rumah Said (43) warga Dusun Makamdawa Desa Galuhtimur Kecamatan Tonjong Brebes. Ledakan ini mengejutkan warga, karena suaranya sangat keras dan mencapai radius dua kilometer.

Informasi yang diperoleh banyumasnews.com, Rabu (12/08), peristiwa yang mengegerkan warga itu terjadi Selasa malam, sekitar pukul 11.30 Namun polisi merasa kecolongan dan baru Rabu pagi tadi melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Akibat ledakan tersebut kaca jendela bagian depan pecah. ” Kita memang tidak dilapori sehingga tidak bisa secara cepat ke TKP,” ujar sumber di Mapolsek Tonjong.

Polisi yang melakukan pemeriksaan menemukan serpihan benda yang diduga bahan peledak. Indikasi serpihan itu diduga berupa bahan obat petasan. Karena terdapat kertas pembungkus yang berhamburan di lokasi.

Polisi kini tengah meminta keterangan Said, pemilik rumah dan warga. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah anggota polisi dari Mapolres Brebes masih melkuaki dentifikasi.

Sementara itu pada hari yang sama, seorang laki-laki yang dicurigai memiliki wajah dan postur tubuh mirip Noordin M Top berniat akan kabur dari kejaran aparat kepolisian menuju ke daerah Indramayu, Jawa Barat. Lelaki itu kabur dengan melewati jalur pantura Brebes, Rabu (12/8), sore, sekitar pukul 16.00.

Lelaki yang diduga Noordin M Top sempat membeli voucher di sebuah konter handphone di Desa Comal, Kecamatan Comal, Pemalang sekitar pukul 14.00. Dari konter tersebut diperoleh keterangan nomor telepon 081259412848. Lelaki tersebut mengendarai sepeda motor Honda Supra dengan nomor polisi G 4448 QD. Pria itu berniat melanjutkan perjalanan ke Indramayu Jawa Barat melalui jalur darat.

Kabar adanya lelaki dengan wajah mirip gembong teroris Noordin M Top ini langsung disikapi oleh jajaran aparat Polres Brebes dengan melakukan razia kendaraan di depan Mapolres Brebes (banyumasnews.com/n-1).

rumah meledk

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.