Futsal sarung ala Setda Purbalingga

Karyawan-karyawati Setda Purbalingga, Rabu (12/8) menggelar lomba futsal sarung. Selain diwajibkan mengenakan sarung, para pemain diwajibkan berjoget mengikuti iringan musik dangdut. Lomba ini sedikit unik, karena panitia yang semula mensyaratkan para pesertanya laki-laki, ternyata beberapa PNS putri malah ikut bermain.

Lomba berlangsung di halaman Setda dan suasana lucu serta meriah menabar disana-sini. Kabag Pengelolaan Data Elektronik (PDE) Drs Yonathan Eko Nugroho, M.Hum sebagai penanggungjawab futsal sarung juga turun tangan mengomentari setiap permainan. Dengan bumbu-bumbu komentar yang ringan dan lucu pun suasana menjadi santai.

Dari 10 Bagian di jajaran Setda, hal yang lebih unik ditampilkan oleh para karyawan dari Bagian Humas. Tiga pemainnya masing-masing Hardiyanto, Kamto dan Dian Sulistiyono mengenakan rambut palsu (wig). Mereka sengaja tampil lucu agar suasana bertambah meriah. ”Kami ingin juga mempromosikan jika Purbalingga adalah kota rambu nomor dua di dunia,” ujar Hardiyanto enteng.

Tontonan unik juga disajikan oleh PNS wanita yang ’nekad’ ikut bermain. Seorang PNS putri dari Bagian Organisasi yang menjadi kiper, beberapa kali kebobolan gawangnya. Beberapa komentar minirpun muncul. ” Wah pantes saja kipere wedok, malah seneng nek dibobol,” ujar seorang PNS.

Sementara pemain putri lainnya, Kustinah dari Bagian Pemerintahan mempunyai strategi lucu untuk menghadang para pemain khususnya yang laki-laki. Dengan penghadangan yang menempel, justru membuat pemain laki-laki merasa rikuh akhirnya melepaskan bola yang telah dibawanya. (banyumasnews.com/pytDSCN5194)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.