Kaligua, kebun teh nan eksotik…

Ditulis 07 Jul 2009 - 04:12 oleh Mr Banyumas

IMG_1686Di Bumiayu, tepatnya di Pandansari Paguyangan, sekitar 60 km dari Purwokerto terdapat perkebunan teh peninggalan penjajah Belanda yang eksis hingga sekarang. Pemandangannya elok, hawanya sejuk, udaranya segar….
Kini Anda bisa menikmati panorama alam dan udara segar di sana karena terbuka untuk umum sebagai arena wisata agro. Perkebunan ini dikelola PTP milik pemerintah (BUMN).
Dari Purwokerto dengan rute Ajibarang, kemudian di pertigaan Kretek sebelum kota Bumiayu, belok ke kanan. Jalanan menanjak, namun beraspal hotmix sehingga tidak perlu khawatir terjadi selip.

Di perjalanan kita akan disuguhi pemandangan alam nan asri, hamparan sawah, bukit-bukit hutan pinus, kemudian memasuki daerah yang lebih tinggi, terdapat hamparan luas kebun kentang milik petani. Tentu saja ada sungai dengan aliran air nan jernih….

Telaga Ranjeng
Sebelum sampai ke perkebunan, berhentilah di telaga Ranjeng. Danau kecil memanjang ini berada di antara bukit-2 ladang kentang milik petani, dan sebagian pohon pinus yang menjuntai ke langit.

Telaga ini terkenal dengan ribuan ikan lele, yang akan bergerombol berebut makanan (nasi atau roti) yang kita tebarkan…. Anda bisa memegangi lele-lele itu, bahkan menggenggamnya, namun ada pamali: jangan sekali-kali menjadikannya ikan untuk konsumsi (bikin lele bakar atau goreng, misalnya). Karena ada mitos, orang yang berani makan lele telaga Ranjeng, maka akan kena musibah…. wow, serramm.

Mitos ini ternyata ada positiffnya: lele telaga ranjeng lestari hingga saat ini. Namun kadang ada saatnya lele telaga ranjeng tidak mau keluar satu pun. Mereka entah ’pergi’  kemana, apakah ’ngerong’ masuk ke dasar telaga atau ’berubah’ menjadi tikus hama padi para petani.

Demikian sebagian orang mempercayainya: tikus yang menyerang sawah berasal dari lele-lele Ranjeng yang ’berubah’, makanya kadang ada sesaji di situ untuk ’melunakkan’ serangan mereka.

Tea Walk
Dari telaga Ranjeng, 3 km lagi adalah perkebunan teh Kaligua. Setelah bayar retribusi di pintu gerbang, parkir kendaraan Anda di tempat parkir yang tidak jauh dari gerbang. Anda bisa rehat sejenak di cafe atau kalau berombongan bisa menyewa aula untuk makan-2 bersama. Anda bisa mulai jalan-jalan mengitari kebun teh nan hijau dengan udaranya yang segar. Untuk anak-anak yang suka bermain di air, tersedia kolam renang mini dan arena outbond…

Gua Jepang
Belum ke Kaligua kalau belum merasakan sensasi menelusuri lorong gua Jepang. Gua buatan penjajah dari negeri Matahari ini konon dijadikan tempat persembunyian para petinggi tentara Jepang. Berada di bawah bukit kebun teh, gua ini memiliki panjang lorong 800 mtr-an, namun untuk keamanan hanya sekitar 300-an meter yang boleh dijelajahi. Kalau hari Minggu neon di dalam lorong gua akan dinyalakan, namun sebenarnya akan lebih sensasional kalau kita menggunakan lampu sorot (senter) atau obor saja. Ada ruang tawanan, ruang rapat, ruang senjata di dalam gua itu… Pemandu akan mengiringi penelusuran gua tsb.

Puncak Sakub
Puncak tertinggi perkebunan teh Kaligua adalah Puncak Sakub (+/- 2.060 dpl). Bisa ditempuh dengan jalan kaki atau mobil. Bagi yang suka off road, tentu sangat senang menelusuri jalan berbatu yang menanjak, berkelok seperti obat nyamuk. Dari atas, kita akan menyaksikan hamparan perkebunan yang luas, perkampungan penduduk di sisi barat, dan puncak Gunung Slamet di sisi timur. Panorama yang sangat indah adalah kalau bisa menyaksikan terbitnya matahari dari balik Gunung Slamet, tentu kalau cuaca bersahabat alias tidak berkabut dan bermendung…

Kalau mau menginap bisa?
Jangan khawatir, kalau ingin menikmati dinginnya malam pegunungan dan bunyi jangkrik serta belalang malam hari, tersedia homestay yang terjangkau… kalau ingin meinkmati matahari terbit di puncak sakub, sebaiknya menginap di sana. Bangun pagi, shalat subuh, lalu jalan-jalan naik ke atas puncak Sakub… Dan nikmati pemandangan alam nan indah seraya mengagumi keindahan ciptaan-Nya… (banyumasnews.com/PHD)

Foto-foto perjalanan ke Kaligua bisa dilihat di sini: http://banyumasnews.com/2009/07/07/road-to-kaligua/

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. henny 23/08/2010 pukul 18:35 -

    udh lama banget neh ga maen k kali gua…
    sekarang udah beda kali y???? pa msh kya yg dlu???

  2. yanti 11/08/2010 pukul 10:21 -

    klo mau nginap di daerah pegunungan tersbut biaya akomodasix berapa ???

  3. Banyumas1 07/01/2010 pukul 19:41 -

    untuk bany, silahkan email tulisan dan foto-2 ke redaksi@banyumasnews.com atau ke hasan.puad@yahoo.co.id; kontak di 0281-7622518 / 081548801989. Terima kasih

  4. bany 06/01/2010 pukul 19:09 -

    terimaksih sejali udah menampilkan mengenai kali gua.saya sendiri orang kali gua dan sedang berusaha mengexsplor pandansari khususnya kali gua..kalo boleh tau ini dengan siapa ya??bisa minta nomer kontacnya.terimakasih.

  5. Panjul 30/09/2009 pukul 22:27 -

    Setahuku nggak ada preman disana, yang ada keramahan para pemetik teh. Mudah-mudaha memang nggak pernah ada

  6. hamidin krazan 27/07/2009 pukul 16:36 -

    mitosnya keterlaluan… di sekitar Ranjeng untuk menuju persawahan itu cukup jauh, yang ada kebun sayur dan kebun teh…. setelah lima kilometer ke abwah di daerah Kretek baru ada persawahan dan kondisinya aman dari serangan tikus…

  7. Dan 20/07/2009 pukul 11:48 -

    untuk mas Adi: alhamdulillah kemarin saya kesana. dan sudah tidak ada lagi preman di sana. dan setiap kesana saya tidak pernah menjumpai preman.

  8. adi 08/07/2009 pukul 11:10 -

    Sayangnya masih banyak preman di parkiran. ketika masuk tiket parkir sudah bayar 10 ribu, ehh di dalam masih dimintai parkir 5 ribu. padahal ada tulisan mobil 2 ribu. katanya untuk kas…
    … apa preman masih terus akan dipelihara oleh pengelola pabrik teh kaligua. parkir di Bali aja yg kota wisata 2.500.. masak di puncak gunung ora umum. di jakarta 2.500 per jam.. di kebun teh gak akan berlama-lama cuma setengah jam udah 5 ribu. bukan masalah uangnya, tapi cara preman-premannya meminta uang parkir. sudah lagaknya tidak sopan lagi..

  9. wong banyumas 07/07/2009 pukul 06:47 -

    good… kapan2 ke sana ah..

Leave A Response