Gelapkan mobil, Kabid Keamanan Kebumen divonis 4,5 bulan

Ditulis 12 Agu 2009 - 13:47 oleh Banyumas1

Kabid Keamanan pada Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Kebumen, M Yasir S.Sos (52), terdakwa kasus penggelapan divonis 4,5 bulan penjara oleh majelis hakim dalam sidang yang digelar di Ruang Utama Pengadilan Negeri Kebumen, Selasa (11/8) siang. Terdakwa juga diminta mengembalikan barang bukti berupa sebuah mobil Toyota Avansa Nopol R 8704 GB beserta STNK kepada saksi Hari Supriyanto. Serta berkewajiban membayar biaya perkara sebesar Rp 1.000.

Majelis hakim yang dipimpin Barmen Sinorat SH dengan didampingi Hakim Anggota Novi Wijayanti SH dan Lis Susilowati SH MH menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana yang diatur dalam pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

Sebelum menjatuhkan putusan pengadilan, Hakim Ketua membacakan hal-hal yang memberatkan. Diantaranya tindakan terdakwa telah menyebabkan kerugian pada orang lain. Sementara hal-hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, tidak berbelit-belit, belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan keluarga. “Saya tawarkan kepada terdakwa, penerima atau menolak putusan ini,” tanya Barmen kepada terdakwa.

Dengan mantap, terdakwa menjawab kalau menerima putusan dan tidak akan mengajukan banding. “Saya terima putusan dari pak hakim,” jawab mantan Camat Kebumen yang sekarang menjabat sebagai Kabid Keamanan pada Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Kebumen ini.

Vonis yang dijatuhkan kepada M Yasir itu lebih ringan 15 hari dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, pada sidang tanggal 27 Juli lalu, JPU menuntut terdakwa M Yasir dengan pidana kurungan selama 5 bulan. Kasus yang menimpa M Yasir berawal ketika pada 16 September 2008 silam, dia menyewa sebuah mobil Toyota Avansa Nopol R 8704 GB milik Hari Supriyanto, warga Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap.

Disepakati, ongkos sewa tiap bulan sebesar Rp 6 juta. Namun tiga hari kemudian tanpa sepengetahuan Hari, mobil tersebut digadaikan Yasir kepada orang lain dengan nilai Rp 30 juta untuk jangka waktu dua bulan. Selain itu, Yasir juga mangkir membayar uang sewa sebesar Rp 6 juta/bulan kepada Hari. Akibatnya Hari dirugikan sekitar Rp 115 juta. Karena merasa dirugikan, Hari pun melaporkan tindakan Yasir tersebut ke Polres Kebumen. (banyumasnews.com/pyt)

Tentang Penulis

Leave A Response