Anggota Satlak PBA Banjarnegara tingkatkan ketrampilan

Ditulis 11 Agu 2009 - 22:11 oleh Banyumas1

Wakil Bupati Banjarnegara, Drs. H. Soehardjo, MM mengatakan, anggota Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam (Satlak PBA) Kabupaten Banjarnegara diharapkan mampu memeiliki ilmu dan kemampuan dalam menanggulangi bencana alam. Karena itu perlu adanya latihan secara rutin, agar bisa meningkatkan ketrampilan mereka.

“Berdasar pengalaman, tim SAR atau petugas penanganan bencana lebih terlihat pada saat terjadinya bencana. Padahal kita harus bisa mendidik masyarakat bahwa bencana tidak hanya disebabkan faktor alam, namun juga faktor kelalaian manusia. Karenanya, manusia juga punya andil untuk mengambil langkah pencegahan agar kerusakan lingkungan, kehilangan harta, maupun korban jiwa yang timbul dari bencana tidak sampai terjadi,” jelas Wabup, Selasa (10/08).

Beberapa hari lalu sebanyak 65 orang perwakilan unit SAR di Kabupaten Banjarnegara dan Pok Inti Linmas mengikuti Gladi Manajemen Satlak Penanggulangan Bencana di Aula Kantor Kesbangpolinmas. Kegiatan ini bertujuan agar para peserta memiliki paradigma yang sama untuk mensosialisasikan penanganan bencana dari reaktif ke preventif.

SATLAK harus mempunyai pengetahuan dan ketrampilan lebih dibanding masyarakat pada umumnya. “Bekal dari pelatihan ini diharapkan berguna dalam melaksanakan tugas bila sewaktu-waktu dibutuhkan,” tambah Wabup.

Sementara Kepala Kesbangpolinmas Aris Sudaryanto melaporkan bahwa 100 personilnya telah mengikuti Bintek SAR dengan dibekali latihan dasar rescue, savety water, medical rescue, scuba diver, para rescue, dan fast rope. Sedangkan kemampuan personil yang siap diterjunkan ke lapangan sebanyak 150 orang diambil dari SAR Polres, Pol PP, Indo Power, PGRI, KNPI, SEKBER, TAGANA, dan SATGANA.

Ia berharap Gladi Manajemen Satlak ini bisa membekali peserta agar bisa memberdayakan diri untuk mampu mengkaji, menganalisa, dan mengambil langkah-langkah tepat dan cepat untuk mengurangi resiko-resiko akibat bencana dalam penyelamatan.

“Memang penanganan bencana membutuhkan alat-alat khusus yang kadang tidak sepenuhnya bisa diakomodir oleh Pemkab. Tetapi lewat kegiatan ini kita mencoba mencari alat-alat alternatif di sekitar kita sebagai solusi penggantinya. Dengan demikian tugas kita untuk kemanusiaan tidak mandeg hanya karena keterbatasan sarana,” tegasnya (banyumasnews.com/yov).

Tentang Penulis

Leave A Response