Perajin bambu Banjarsari setia mengawal tradisi

Ditulis 11 Agu 2009 - 21:47 oleh Banyumas1

KELURAHAN BANJARSARI, Ajibarang Basamgkarsangkarnyumas terkenal dengan kerajinan olahan bambunya, hampir 60 persen warganya menggantungkan hidup mereka dari hasil membuat sangkar burung, bahkan produksi mereka telah merambah pasar di luar Jawa Tengah seperti Surabaya dan Jakarta.

Industri sangkar burung merupakan usaha yang dijalankan secara temurun di wilayah tersebut, meski sudah mulai tersentuh dengan peralatan moderen seperti gerenda listrik, hasil akhir tetap dikerjakan secara manual.

Setiap hari para perajin mampu menyelesaikan enam hingga 10 buah sangkar, pekerjaan dimulai dengan memotong bambu, mengebornya hingga proses perautan, meski manual mereka tidak bekerja secara asal asalan.

Mereka begitu setia

Seorang perajin bernama Risam mengaku tidak memiliki dasar pendidikan desain secara formal, saat membentuk sangkar burung, dia hanya mengikuti kata hati dan meniru model yang sedang laris di pasaran.

“Desain mencari sendiri dan sesuka hati pembuatnya, di sini kebanyakan warganya selain menjadi petani juga bekerja sebagai perajin sangkar burung, ada empat model sangkar yang biasa dibuat yakni , plenuk, ciblek, ponggesan dan bandongan,” jelas Risam dengan bahasa Banyumas yang khas.

Sementara kakak Risam, Waryo mengatakan kegiatan membuat sangkar burung sudah berlangsung sejak lama, bahkan ketika dia masih kecil seluruh warga Banjarsari adalah perajin bambu.

Dia menjelaskan seiring berjalannya waktu dan meningkatnya taraf hidup masyarakat Banjarsari, saat ini hanya tersisa 50 persen warga yang menggantungkan hidupnya dari pembuatan sangkar burung.

“Dengan meningkatnya kesejahteraan, banyak petani enggan membuat sangkar burung karena harus menggarap sawah yang semakin luas sehingga tidak memiliki waktu luang, sebagian lagi ada yang pergi merantau,” ujar Waryo.

Waryo mengaku jika keuntungan dari membuat sangkar burung tidaklah begitu besar, tidak sebanding dengan harga beberapa bahan baku yang terus membumbung tinggi, seperti paku dan bambu.

Dia menuturkan harga satu batang bamboo mencapai Rp 7.000, kayu Rp 2.000 serta paku yang harganya tidak menentu di pasaran. Setelah jadi satu sangkar ukuran sedang dihargainya antara Rp 10.000 hingga Rp. 14.000, ukuran kecil Rp. 8.000.

“Meski kondisinya seperti itu, Insya Allah sampai kapanpun saya akan terus membuat sangkar burung, bahkan anak anak SD di sini juga sudah mulai merintis pembuatan sangkar burung ketika sedang libur atau tidak sibuk belajar,” imbuhnya.

Saat ditanya kenapa jarang warga Banjarsari yang memelihara burung, dengan ringan Waryo dan Risam menjawab karena sedikit sekali massyarakat di sana yang memiliki hobi tersebut.

“Bukan karena pantangan dari para pendahulu, lasannya warga di Banjrasari memang jarang yang memiliki hobi mengoleksi burung burung berkicau,” kata mereka berdua kompak.

Terkendala keberadaan bambu dan minimnya modal

Berbeda dengan Waryo dan Risam, Agus Susanto sejak awal menjadi perajin olahan bambu empat tahun lalu, setia dengan pembuatan sangkar burung merpati dan belum pernah sekalipun beralih membuat sangkar burung berkicau.

Setiap hari dibantu ibu dan dua orang sahabatnya, dia mengatakan mampu membuat 10 buah sangkar, lelaki yang akrab dipanggil Santo itu pun mengaku tidak kesulitan menjual produknya.

“Satu minggu pasti diambil oleh pedagang pengepul, harga persatuan saya patok Rp 7.000 sampai Rp 7.500, hasilnya lumayan setiap bulan bisa dapat keuntungan bersih Rp 500 ribu,” ucap Santo.

Kendala yang ditemui selama ini menurut Agus yakni bambu semakin susah untuk dicari sehingga dia harus memasrahkan pada orang lain untuk mengirim bambu berapapun harganya terpaksa dibayar.

Pria tamatan SMP itu mengaku pernah diajak pedagang pengepul untuk memasok hasil kerajinan sangkar burungnya ke Tegal hingga Pasar burung Pramuka, bahkan tidak tanggung tanggung pesanan sangkar yang dikirim saat itu mencapai 1.000 buah. (banyumasnews.com/lin)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. iwan 09/11/2012 pukul 16:03 -

    saya berminat memasarkan sangkar burung nya, bisa saya minya no tlp yang bisa di hubungi krn mengingat jauh nya keberadaan saya. bisa tolong hubungi saya di 081253772000. sebelum nya trimakasih

  2. abduh 06/12/2011 pukul 10:45 -

    saya perajin jeruji bambu untuk sangkar burung,daerah bandung,
    bila anda minat untuk mendapatkan nya bisa kontak saya di 085624066422

  3. SY. NISFUADY,SH. 24/06/2011 pukul 23:48 -

    Kalau anda pengrajin bambu, bisa buatkan saya angkring es dawet ndak. ditaroh kedalam grobaknya . berapa harganya.tlg hub saya di banjarmasin. 085248890646. ongkos kirimnya biar saya yang tanggung. kebetulan gethuk goreng ASLI adalah saudara dekat saya. begitu juga Tela Asli yang di sukaraja. saya SY. Nisfuady,SH. trims…..saya perlu sekitar 12 san dulu. atau ada yang mau jualan se dawet ke banjarmasin, silahkan hub saya. fasilitas bagus kok.

  4. Banyumas1 07/06/2011 pukul 21:56 -

    Desa Banjarsari Kecamatan Cilongok, dari arah Jakarta turun di LOsari Cilongok. Ada jalan ke arah selatan.Disitulah pusat perajin bambu

  5. dody 07/06/2011 pukul 18:43 -

    bisa hubungi saya atao lewat website saya
    ini ada di alamat mana saya, saya sering ke cilacap saya tertarik utk mampir

  6. dody 07/06/2011 pukul 18:41 -

    saya juga mau bisa dkirim ke semarang,saya juga pedagang,
    monggo bagi yg tertarik

  7. edi bandung 07/11/2010 pukul 08:07 -

    ada no yg bisa dihubungi gak klo ada minta sms ken ke no ini081220037898 kami lagi perlu sangkar burung nya muda mudahan cocok trimakasih

  8. ahmad faroid 23/10/2010 pukul 18:45 -

    alat atau mesin yang di pake membuat sangkar seperti apa???

  9. hendra 2278 30/05/2010 pukul 13:54 -

    aslm,,
    saya mau tau alamat dan no yang bisa di hub karena saya berminat untuk memesan dan insya allah saya mau memasarkannya untuk membantu perajin kandang burung..
    mohon impormasinya ya
    wasalam..
    hendra 2278

  10. inhil 21/04/2010 pukul 15:41 -

    gmana kalo saya pengen order dalam jumlah banyak? ada alamat yang bisa dihubungi?

  11. nanang 19/03/2010 pukul 08:22 -

    mhn kirim berita kesaya berapa harga sangkar burung kalau yan paling murah dan yang mahal Trima kasih

  12. anies 20/02/2010 pukul 20:55 -

    pengabdian setulus hati

  13. Mei Sudjadi 27/11/2009 pukul 13:18 -

    mohon informasi untuk bahan baku jeruji dari bambu dan jeruji dari fiberglas
    serta harga jerujinya dan tempat untuk membelinya, terima kasih.

Leave A Response